CERITA LUMPUR LAPINDO : ABG pun Belajar Nge-seks dari Balik Spanduk


CERITA LUMPUR LAPINDO
ABG pun Belajar Nge-seks dari Balik Spanduk

Sidoarjo, Rakyat Merdeka. Fakta itulah yang membuat prihatin para aktivis sosial yang tergabung di Himpunan Perempuan Antar Umat Beragama (HPAUB). Dengan biaya sendiri, mereka berinisiatif mengumpulkan para remaja belasan tahun tersebut untuk diajak out bond di Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, Jatim.

Acara dilaksanakan mulai pagi hingga tadi malam. Di acara yang diikuti sekitar 150 remaja tersebut, para peserta diajak berdiskusi seputar problem yang dihadapi selama di pengungsian. Dari sesi inilah, keluar pengakuan-pengakuan memprihatinkan dari mereka.

Misalnya penuturan Rudi, warga Perum TAS 1 (Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera). Remaja 16 tahun itu sudah hampir 4 bulan hidup di pengungsian bersama keluarganya di lokasi penampungan di Pasar Porong Baru, Sidoarjo.

Suatu malam, udara sangat panas. Dia gerah. Bilik sempit yang dia huni bersama keluarga dan keluarga lain semakin tidak nyaman. Malam itu, Rudi memutuskan keluar dari biliknya untuk sekadar mencari angin segar. Lantas, pelan-pelan dia berjalan ke arah selatan pasar.

“Ketika berjalan itu, saya melihat salah satu stan yang dikelilingi spanduk. Saat itu, spanduk tersebut goyang-goyang,” cerita Rudi. Karena penasaran, Rudi membuka spanduk itu. Betapa terkejutnya dia. Begitu spanduk dibuka, dua orang berlainan jenis sedang bergumul tanpa sehelai benang pun. “Karena kaget bercampur takut, saya lari sekencang-kencangnya,” katanya.

Pemandangan itu, kata Rudi, begitu membekas di benaknya. “Pemandangan begitu belum waktunya dia lihat. Umurnya masih 16 tahun. Itu tentu berpengaruh terhadap kondisi mental dan psikologisnya,” kata Lina Louise, salah seorang panitia dari HPAUB.

Lina menambahkan, selain menyaksikan hubungan seks, entah itu pasutri (pasangan suami istri) atau pasangan selingkuh, para anak belasan tahun itu juga cukup akrab dengan pertengkaran. Pertengkaran bisa terjadi antara pasutri, bisa juga antarkeluarga. “Bahkan, sampai terjadi perkelahian para suami karena cemburu,” paparnya.

Lain lagi pengalaman Yuni. Pengungsi asal Desa Renokenongo yang sudah empat bulan tinggal di penampungan ini mengaku risau dengan kondisi di pengungsian. Setiap kali pacarnya datang, dia merasa tidak ada tempat yang enak untuk mengobrol.

Karena itu, remaja berumur 15 tahun tersebut selalu mengajak pacarnya untuk keluar dari lokasi pengungsian. “Tapi, ketika kami pacaran di luar, saya takut nggak bisa mengontrol diri. Saya takut hamil,” kata Yuni. Keluhan itu kemarin juga disampaikan secara blak-blakan di depan para konselor yang disiapkan HPAUB.

Kehidupan seksual tak normal yang dijalani para pengungsi itu diakui Koordinator Satlak Pengungsian Pasar Porong Baru (PPB) Surya Nirwansyah. “Ini terjadi karena mereka harus rela berdesakan dalam satu kios atau los dengan sejumlah keluarga lain,” katanya.

Surya mengungkapkan, satu kios yang hanya berukuran 4 meter x 6 meter bisa ditempati 3 sampai 4 keluarga. “Saya akui, saya memang salah di awal desain pengungsian ini,” ungkapnya, terus terang.

Saat itu, Surya tak terlalu berpikir panjang soal bagaimana nanti kehidupan seksual para pengungsi. “Waktu itu, saya hanya berpikir sesegera mungkin menyediakan tempat pengungsian bagi mereka,” ujarnya.

Tapi, lanjut dia, sejak pengungsi gelombang pertama datang Mei tahun lalu, pihak satlak pengungsian sudah berupaya menyediakan bilik mesra. “Konsepnya mirip dengan yang ada di Aceh,” jelasnya. Para pengungsi dari Kelurahan Siring, Jatirejo, sebagian Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, banyak yang memanfaatkan bilik mesra itu.

“Bahkan, beberapa kali kami harus ganti dipan (ranjang dari kayu) karena jebol,” katanya, sambil tersenyum. Meski awalnya agak malu-malu, akhirnya saat itu banyak pengungsi yang menggunakan fasilitas bilik mesra tersebut. Mereka berpikir, jauh lebih baik berhubungan suami istri di bilik mesra daripada di kios.

Namun, pengungsi gelombang kedua pascaledakan pipa gas Pertamina November tahun lalu, yang terdiri atas warga Perum TAS dan sebagian Desa Renokenongo yang lain, memang kurang beruntung. “Gelombang kedua ini relatif lebih banyak daripada sebelumnya,” ungkap Surya.

Selain itu, kata Surya, sejumlah kelambu dan tempat tidur di bilik mesra hilang bersamaan dengan perginya para pengungsi gelombang pertama. “Tapi, dalam waktu dekat, kami akan usahakan bilik itu ada lagi,” imbuhnya.

Karena itu, wajar jika sejumlah kasus penyimpangan perilaku seksual terjadi di pengungsian. Bahkan, menurut Surya, satlak juga pernah ikut mendamaikan salah seorang pasangan suami istri di sana.

Ceritanya, sang suami yang sebenarnya merupakan salah seorang tokoh masyarakat warga TAS diketahui selingkuh oleh istrinya. Perempuan yang diajak selingkuh kebetulan tinggal satu kios. Si perempuan itu juga punya suami. Karena tepergok, adu mulut di antara dua keluarga itu pun tak terhindarkan. “Sebenarnya, mereka (pasangan selingkuh itu) selalu melakukannya di luar. Tapi, janjiannya sih tetap di dalam kios,” ujar Surya.

Berangkat dari berbagai keprihatinan itulah, HPAUB yang terdiri atas wakil-wakil agama Islam, Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen mengadakan out bond. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan peserta bisa bertahan menjalani kesulitan hidup saat ini dan masa depan. Kondisi mental para remaja itu diharapkan langsung fresh selepas out bond. “Tidak mungkin kami memberikan bantuan materi,” tambah Yuana Andrayani, panitia lain dari HPAUB. jpnn

sumber :
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2007/03/12/30089/CERITA-LUMPUR-LAPINDO-ABG-pun-Belajar-Nge-seks-dari-Balik-Spanduk

Iklan

3 Komentar (+add yours?)

  1. aji
    Des 02, 2011 @ 15:13:16

    fenomena yang menarik …
    perlu dibaca agar dicarikan jalan keluar dan sebagai kaca perbandingan ….

  2. Hidung belang suka memeperkosa puki
    Feb 03, 2014 @ 09:57:33

    Ceritanya gak asyik.mas kalo bikin cerita itu yg asyik ampe orangnya terangsang baru itu namanya keren n hebat oke…..?!!!!!!!!

  3. Ilman Barkah
    Sep 27, 2014 @ 07:59:30

    ARB (abu rizal bakri) baca informasi ini bos!!!!!!nelongso tenan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: