Warga Tionghoa Kalbar Berdoa untuk Gus Dur


Warga Tionghoa Kalbar Berdoa untuk Gus Dur

Nusantara / Jumat, 8 Januari 2010 01:11 WIB

Metrotvnews.com, Pontianak: Majelis Adat Budaya Tionghoa Kalimantan Barat, Kamis (7/1), berdoa bersama untuk almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Gedung Olah Raga Pangsuma Pontianak. Bergiliran, doa dilakukan pemuka Islam, Kristen, Buddha dan Konghuchu.

Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kalbar, Harso Utomo Suwito, mengatakan doa itu untuk membalas jasa Gus Dur terhadap warga Tionghoa atas kebijakannya selama memerintah. Misalnya, penghapusan Surat Bukti Kewarganegaraan RI dan penetapan Imlek sebagai hari libur nasional.

Menurut Harso, kebijakan itu menguatkan rasa nasionalisme masyarakat Tionghoa kepada Indonesia. Gus Dur pun dinilai sebagai sosok yang menyuarakan hak minoritas dan konsisten dalam kebijakan politik, penegakan hukum serta melindungi dan mengayomi masyarakat.(Aswandi/RAS)

Seribu Lilin Warnai Peringatan Wafat 100 Hari Gusdur
Sosbud / Senin, 19 April 2010 01:51 WIB

Metrotvnews.com, Magelang: Ratusan orang dari berbagai umat lintas agama di Magelang, Jawa Tengah, Ahad (18/4) malam, melakukan upacara peringatan 100 hari wafatnya tokoh pemersatu bangsa, Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Peringatan berjalan khidmad karena ratusan orang menyalakan seribu lilin, sebagai simbul masih terus menyalanya semangat pluralisme, yang selalu diperjuangkan mantan presiden RI ke 4 tersebut.

Sebelumnya acara pemasangan bunga sedap malam dilakukan sebagai simbol, agar nama Gusdur tetap harum dan tetap dikenang. Selain dihadiri pimpinan Wihara Candi Mendut Bante Mahatera Panyavaro, acara juga dihadiri beberapa tokoh agama lain seperti aktivis Forum Perhimpunan Umat Beriman (FPUB Magelang) KH Abdullah Muhaimin, aktivis FPUB Yogyakarta yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (Api) Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori dan wakil Ketua Gerakan Pemuada (GP) Anshor Jawa Tengah Majidun.

Menurut panitia penyelenggara, acara tersebut selain dalam rangka memperingati 100 hari wafatnya Gusdur, juga sebagai mementum untuk mempersatukan segala potensi kultur yang ada di Indonesia.(Suyono Sugondo/RIZ)

sumber :
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2010/04/19/15571/Seribu-Lilin-Warnai-Peringatan-Wafat-100-Hari-Gusdur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: