Umat Tionghoa dan NU Doakan Gus Dur


Umat Tionghoa dan NU Doakan Gus Dur

Sabtu, 05/09/2009 | 23:58 WIB

Semarang – Ratusan umat Tionghoa Jawa Tengah (Jateng) bersama warga Nahdlatul Ulama (NU) Jateng menggelar doa bersama untuk kesembuhan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Replika Kapal Cheng Ho, kawasan Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok Semarang, Sabtu (5/9).

Antusiasme masyarakat membuat peserta doa bersama hingga membludak hingga di halaman Klenteng Tay Kak Sie Semarang. Tua, muda dan anak-anak dari etnis Tionghoa dan pribumi berbaur menjadi satu memanjatkan doa kesembuhan.

Doa kesembuhan diawali dari umat Khonghucu dan Tionghoa yang dipimpin oleh Haksu Bing Buana Jaya dari Jakarta serta beberapa Bunsu dari Semarang. Para umat yang terdiri dari Pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Jateng, umat dari kelenteng yang ada di Semarang serta perkumpulan warga Tionghoa di Semarang mengikutinya dengan khidmat. Usai memanjatkan doa dari umat Khonghucu, dilanjutkan pembacaan doa dari warga NU yang dipimpin oleh KH Muhammad Munif Zuhri (Mbah Munif) dari Ponpes Giri Kusumo, Mranggen Demak.

Harijanto Halim dari perwakilan Tionghoa mengatakan, Doa bersama untuk kesembuhan Gus Dur merupakan bentuk perhatian dan simpati karena berjasa besar kepada orang Tionghoa sehingga benar-benar menjadi bagian dari kebesaran bangsa Indonesia. “Doa bersama ini kami panjatkan bersama-sama warga NU sebagai bentuk kebersamaan dan perhatian kita kepada mantan Presiden yang mempunyai andil besar dalam sejarah Tionghoa di Indonesia. Saya harap dengan digelarnya doa bersama ini Gus Dur bisa diberikan kesembuhan sakitnya,” jelasnya.

Seperti diketahui Gus Dur dianggap berjasa besar bagi warga Tionghoa Indonesia setelah mengeluarkan Keppres nomor 6/2000 tertanggal 17 Januari 2000 tentang pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 14/1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina. Dengan demikian etnis Tionghoa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa dan negara Indonesia. “Kebersamaan, kerukunan dan kerjasama itulah yang saat ini harus selalu kita jaga dan tingkatkan,” tambahnya.

Rois Syuriah NU Jateng, H Ali Mufiz MPA menyambut gembira dengan adanya kepedulian dari warga Tionghoa menggelar doa bersama kesembuhan Gus Dur tersebut. Kepedulian mereka terhadap Gus Dur merupakan kepedulian yang timbul secara alami. Karena selama ini Gus Dur selalu menekankan Demokrasi Puralistik dimana selalu menghargai kemajemukan Etnis yang merupakan bagian tak terpisahkan dan menjadi proses integrasi yang utuh sebagai masyarakat Indonesia.

“Saya harap dengan doa bersama dapat memberikan kesembuhan bagi Gus Dur. Selain itu dapat memperkokoh kebersamaan umat masyarakat. Dengan begitu tidak ada konflik atas dasar kesukuan,” jelasnya.

Sementara itu usai memanjatkan doa bersama dilanjutkan dengan buka puasa bersama kemudioan salat Magrib berjamaah. Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah Muhammad Adnan, KH Nuril (Gus Nuril), KH Nurcolis Ali (syuriah NU jateng) juga Badan otonom (Banom) NU Jateng serta Lembaga Lajnah NU Jateng dan PC NU Se-Jateng. (*/SM)

sumber :
http://jakpress.com/www.php/news/id/8754/Umat-Tionghoa-dan-NU-Doakan-Gus-Dur.jp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: