Usman Hamid: Gus Dur Berani Lawan Jenderal


Gus Dur adalah yang berperan dalam gerakan sosial di masa Orde Baru.

VIVAnews – Usman Hamid, Koordinator lembaga swadaya masyarakat Kontras, merasa kehilangan Abdurrahman Wahid yang wafat Rabu 30 Desember 2009 kemarin. Gus Dur, bagi Usman, adalah tokoh yang setia menyokong perlindungan hak asasi manusia.

“Ia berani mendukung secara terbuka korban yang diteror atau berhadapan dengan jenderal pelanggar HAM termasuk dalam kasus Munir,” ujar Usman dalam pernyataan tertulis ke VIVAnews, Rabu 30 Desember 2009.

Gus Dur juga, kata Usman, figur yang amat berjasa dalam gerakan sosial sejak era Orde Baru. “Ia memberi oase bagi peradaban Islam di dunia, termasuk di barat. Semoga arwahnya di terima di sisi Tuhan yang Maha Esa,” kata Usman.

Sesuai dengan yang dikatakan Usman, Gus Dur adalah pejuang HAM yang gigih sejak muda. Di masa Orde Baru, tahun 1993, Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award, sebuah penghargaan yang cukup prestisius yang kerap dikaitkan dengan peran sosial.

Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006. Gus Dur juga dapat penghargaan dari Simon Wiethemthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia.

Gus Dur juga memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas, salah satunya dalam membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era orde baru. Gus Dur juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple, dengan mengabadikan namanya sebagai kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study.
• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: