Tentang Kematian Gus Dur yang Bukan Misteri Lagi


Jakarta, RMOL. Penyebab kematian Gus Dur sudah jelas dan terang benderang: ia meninggalkan dunia fana ini dengan wajar dikarenakan penyakit-penyakit yang selama ini dideritanya.

Tim dokter yang selama ini merawat Gus Dur kemarin (5/1) telah menjelaskan secara kronologis rekam medik Gus Dur di hari terakhir. Pihak keluarga pun kembali menegaskan bahwa Gus Dur meninggal dunia secara wajar akibat berbagai penyakit yang dideritanya.

Penjelasan yang disampaikan pihak RSCM dan keluarga ini menjawab berbagai spekulasi yang berkembang liar mengenai penyebab kematian Gus Dur, termasuk spekulasi yang tersebar dalam sebuah pesan pendek atau SMS yang menyebut Gus Dur dihabisi karena terlalu vokal dalam sebuah pertemuan di kediaman mantan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Jalan Denpasar, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 4 Desember 2009.

Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo Akmal Taher dalam penjelasannya kemarin (Selasa, 5/1) mengurai kondisi Gus Dur beberapa hari sebelum meninggal dunia, sejak Gus Dur dipindahkan dari RS Sutomo Surabaya ke RSCM pada tanggal 25 Desember sampai sore saat ajal menjemput, 30 Desember.

Sampai pagi hari tanggal 30 Desember keadaan Gus Dur secara umum baik-baik saja. Beban yang dideritanya sudah sedikit berkurang setelah operasi mencabut gigi geraham di bagian kanan belakang berhasil dilakukan dua hari sebelumnya, 28 Desember. Sehari setelah operasi cabut gigi, Gus Dur kembali menjalani cuci darah di Pusat Jantung Terpadu (PJT) sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah selesai, sekitar pukul 13.30, karena keadaannya tidak mengkhawatirkan, Gus Dur dipindahkan kembali ke kamarnya, di Gedung A.

Tanggal 30 Desember, pagi hari sekitar pukul 11.30 WIB Gus Dur mengeluhkan sakit pada bagian bokong kanan yang menjalar ke tungkai dan kaki kanan. Setelah diperiksa, sebut Akmal, tim dokter menduga terjadi penyumbatan di tungkai kaki kiri dan kanan. Satu jam kemudian, tim dokter menemukan sumbatan total di panggul kanan dan sebagian panggul kiri. Di saat itu juga Gus Dur mulai sesak nafas, dan kembali dipindah ke PJT dengan sepengetahuan keluarga.

Pukul 14.22 WIB, tim dokter melaporkan keadaan terakhir Gus Dur kepada Menteri Kesehatan. Selanjutnya sampai sekitar pukul 15.00 WIB tim dokter menemukan penyumbatan total pada pembuluh darah besar atau aorta hingga alteri panggul kiri dan kanan. Pukul 16.30 WIB, tim dokter kembali melaporkan kondisi Gus Dur kepada Menkes. Pukul 17.45 WIB, keadaan semakin buruk. Gus Dur sudah mulai kehilangan kesadaran. Sepuluh menit kemudian, tim dokter RSCM melaporkan keadaan Gus Dur kepada dokter Kepresidenan. Di saat itu juga Presiden SBY memutuskan untuk menjenguk Gus Dur.

Keadaan Gus Dur semakin buruk, pada pukul 18.15 WIB tim dokter memutuskan melakukan tindakan resistensi untuk mempertahankan hidup Gus Dur beberapa saat. Presiden SBY tiba di RSCM sepuluh menit kemudian. Ia menemui keluarga Gus Dur sekitar 20 meter dari ruang perawatan Gus Dur. Presiden SBY masih berada di RSCM ketika Gus Dur dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.45 WIB, dan baru meninggalkan RSCM pada pukul 18.55 WIB setelah sebelumnya menyampaikan pernyataan turut berduka cita dan belasungkawa.

Penjelasan ini adalah jawaban langsung dari tim dokter yang dipimpin oleh dr. Yusuf Misbach terhadap semua spekulasi yang mengait-ngaitkan kematian Gus Dur dengan aktivitas politiknya.

Seorang teman dekat dr. Yusuf Misbach mengatakan, awalnya dr. Yusuf Misbach tidak mau melayani “tuduhan pembunuhan” itu.

“Informasi seperti ini kalau ditanggapi bisa semakin parah,” demikian kata dr. Yusuf Misbach seperti ditirukan seorang temannya. Saya bertemu dengan teman dari dr. Yusuf Misbach itu di FX Plaza, Selasa siang (5/1).

Menurutnya, sampai Senin malam (4/1), walau merasa terganggu dengan SMS gelap mengenai kematian Gus Dur, namun dr. Yusuf Misbach masih enggan untuk memberikan keterangan. Informasi seperti itu akan hilang sendiri, yakinnya.

Tetapi untunglah, dr. Yusuf Misbach akhirnya berubah sikap, dan mau menjelaskan kepada publik penyebab kematian Gus Dur. Kita berharap agar penjelasan ini dapat menghentikan kasak-kusuk penyebab kematian Gus Dur. Sudah barang tentu jauh lebih berarti bagi kita untuk mengenang segala perbuatan baik Gus Dur dan melanjutkan cita-citanya menjaga api kebangsaan kita yang beragam bagai warna pelangi yang cantik.

Dan yang juga penting, agar kita semua bisa kembali fokus untuk mengikuti perhelatan yang digelar Panitia Khusus Centurygate di gedung DPR Senayan. Kita perlu mengawal pengusutan skandal dana talangan yang membengkak hingga Rp 6,7 triliun itu, yang menurut laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengandung berbagai kesalahan dan penyimpangan. Kasus ini perlu diusut hingga tuntas dan tidak melahirkan kasak-kusuk yang liar dan tidak jelas. [guh]

sumber :
http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/01/06/85983/Tentang-Kematian-Gus-Dur-yang-Bukan-Misteri-Lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: