Sebelum Wafat, Gus Dur Hanya Kantongi Rp 200 Ribu


Jombang, CyberNews. Kegandrungan pada materi duniawi jauh dari sifat dan perilaku almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menjelang wafat pada Rabu (30/12), Gus Gur hanya mengantongi uang Rp 200.000.

Hal itu dikatakan budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) di Pondok Tebuireng, Jombang, Selasa (5/1). Kedatangan Cak Nun–panggilan akrab Emha Ainun Najib– dengan kelompok musik Kiai Kanjeng untuk tampil pada peringatan dan tahlil hari ke-7 wafatnya Gus Dur yang digelar di Pondok Tebuireng. “Gus Dur itu sangat sederhana. Apapun yang diminta orang lain diberikan dengan ikhlas. Bahkan sebelum meninggal, beliau hanya mempunyai uang Rp 200 ribu,” kata Cak Nun sebelum membuka acara shalawatan bersama, Selasa (5/1).

Kendati dikenal sebagai tokoh bereputasi internasional dan memiliki jaringan sosial dan politik dengan banyak kalangan di tingkat nasional dan internasional, tapi kenyataan itu tak mendorong Gus Dur untuk memperkaya diri dan Gus Dur tak silau dengan materi duniawi. Cak Nun menyatakan bahwa Gus Dur adalah sosok sederhana dan tampil apa adanya. Gus Dur juga sangat antikorupsi. Karena itu, Cak Nun menegaskan bahwa jika pihak yang menilai Gus Dur pernah korupsi, maka pendapat itu jauh sekali dari fakta kebenaran.

Cak Nun yang juga suami Novia Kolopaking itu datang ke Pondok Tebuireng untuk mengikuti selamatan pada acara tahlil hari ke-7 kematian Gus Dur. Saat berada di Pondok Tebuireng, Cak Nun juga berziarah dan memanjatkan doa di pusara Gus Dur yang ada di komplek makam keluarga besar Pondok Tebuireng. Cak Nun menitikkan air mata di pusara Gus Dur. Selain Cak Nun, saat ziarah itu ada sekitar 20 personel Kiai Kanjeng.

Dengan mengenakan pakaian serbaputih, Cak Nun menerobos padatnya peziarah. Bahkan ia juga menerobos pagar pembatas makam yang terbuat dari tali. Begitu di depan pusara sahabatnya itu, Cak Nun menangis. Tak berselang lama dibacakan tahlil bersama di pusara Gus Dur. “Gus Dur itu orang yang sangat ikhlas. Ia telah banyak berkorban untuk negara,” tegas Cak Nun.

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/01/05/43697

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: