Nama Gus Dur Diabadikan di Pesantren Hindu


VIVAnews – Untuk memperingati tujuh hari kepergian mantan Presiden RI keempat, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, pusat agama Hindu, Ashram Gandhi Puri menggelar acara doa bersama di Klungkung.

Momentum ini sekaligus digunakan untuk meresmikan salah satu ruangan di Ashram yang kerap dipakai Gus Dur ketika menginap dan tidur saat singgah di Bali. Sebuah rumah kecil yang menyerupai vila diberi nama Gus Dur Bhavan.

Ruangan itu akan disimpan semua barang-barang milik Gus Dur yang masih tertinggal seperti dua buah baju, celana panjang hitam, peci, tongkat, foto, kursi yang biasa dipakai untuk duduk.

“Kamar ini juga akan disiapkan untuk tamu negara, orang suci seperti rohaniawan, romo, pendeta, aktivis perdamaian. Saya rasa mereka senang jika menempati kamar yang dulunya sering dipakai Gus Dur,” terang Pengasuh Ashram Gandhi Puri, Agus Indra Udayana saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 6 Januari 2010.

Banyak kenangan yang tak terlupakan saat dekat dengan Gus Dur, diantaranya guyonan khas yang selalu muncul di saat yang tak terduga serta menyesuaikan kondisi setempat.

Gus Indra mengenang ada satu hal yang membuatnya sampai sekarang tak bisa lupa ketika itu 25 Desember 2004 dan Gus Dur memaksakan diri datang ke Ashram meski dalam kondisi sakit.

“Ketika itu seluruh umat beragama datang menemui Gus Dur dan mendoakan supaya cepat sembuh,” jelas dia.

Di tengah doa itu tiba-tiba Gus Dur justru tertawa terbahak-bahak hingga membuat kaget yang berdoa saat itu. “Saya kalau jadi Tuhan pasti tertawa, kalian sibuk berdoa untuk saya tapi yang didoakan justru enak-enakan tidur,” kata Gus Indra menirukan perkataan Gus Dur hingga membuat semua yang hadir ikut tersenyum.

Tak hanya itu saja, kenangan lain ketika Gus Dur memaksa untuk diantar ke Pura Goa Lawah, kabupaten Klungkung karena dia mendengar ada kemunculan keris. Sementara Gus Indra sendiri pun tak mengetahui informasi apapun dan dia langsung mencari tahu.

Setelah dipastikan memang benar ada, Gus Dur minta diantarkan walaupun kondisinya sakit. Keinginan itu pun dituruti dan tanpa sepengetahuan Gus Dur, ada mobil ambulan yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi.

Gus Dur tiba-bisa memikirkan Aceh, dia mengatakan perasaannya tidak enak karena akan ada sesuatu yang besar terjadi di Aceh. “Dalam pikiran saya hanya sebatas pemikiran spiritual bahwa kalau ada yang hancur pasti akan tumbuh baru. Sama sekali tak memiliki firasat terjadi tsunami keesokan harinya,” urainya.

Link berita dikirim oleh wayansudane.net

http://www.cyberdharma.net/v2/index.php/5f9b45efe9dda200f94ebbdbd7505718/7e7b2fff7be0e90486dd96bce55514aa/61ca7ad5dc0a5d94160cf37f7fd60134/450-nama-gus-dur-diabadikan-di-pesantren-hindu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: