Mobil gus dur


Bila anda mampir di kantor PBNU atau menemui mobil dengan plat B1926 AW, bisa dipastikan itu adalah mobil yang biasa digunakan gus dur, dilihat dari nomornya pasti anda tahu 1926 itu adalah Tahun lahirnya NU dan AW sendiri adalah nama gus dur Abdurahman Wahid.

Biasanya gus dur selalu duduk didepan disamping sopir, ada kopiah di depannya ,beliau kelihatan seperti tidur duduk,tapi lebih tepatnya gus dur sedang berdzikir, bagi kyai2 yang dekat dengan Tuhan. dimanapun berada mereka akan selalu mengingat Tuhan,yaitu dengan berzikir, makanya kalo ada yang mengatakan gus dur itu suka tidur,itu sangat salah,melihat gus dur ga bisa selalu kasat mata, ada hal2 yang memang tak tampak oleh kita.

Namun bukan itu yang ingin saya ceritakan, namun lebih dari cara beliau membawa diri dengan kendaraan tersebut, walaupun beliau adalah mantan presiden RI, yang mestinya dapat hak istimewa dijalan, seperti menggunakan sirine ataupun keistimewaan lain.Gus Dur tidak menggunakan hal2 tersebut.

Gus Dur mengatakan bahwa sirene itu mengganggu banyak orang,dan lebih mengesankan bahwa orang tersebut congkak,karena ingin dipandang oleh orang2 disekitarnya, gus dur sebagai seorang kyai yang paham, arti dosa, adab dalam masyarakat,dan penyakit hati.

Gus Dur tidak akan melakukan hal2 yang dapat menjauhkan seorang hamba dengan Tuhan.itulah sifat seorang ulama yang tawadhu’.

Tidak seperti kebanyakan mantan pejabat dan yang bukan pejabat,tapi mersa ” sok penting”, dengan memasang sirine di mobil mereka hanya untuk bisa melewati jalan secara bebas, bukankah itu bentuk kesombongan seorang manusia?

yang lebih hebat lagi seorang mantan presiden seperti gus dur hanya dijaga 2 orang paspampres yang semobil dengan beliau,bandingkan dengan mantan pejabat yang lain,setiap jalan diiringi mobil- mobil yang dipenuhi para bodyguard,selain “menampakan” ketakutan sang pejabat, bukankah itu bentuk pemborosan. Bandingkan dengan Gus dur yang sangat menyakini takdir Tuhan,kalo memang belum waktunya, tidak ada satu mahlukpun yang bisa mendahului Tuhan.

Beruntung kita masih bisa mengambil teladan dari seorang gus dur.Semoga Allah selalu menjaga beliau,amin.

http://catatankecilgusdur.multiply.com/journal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: