Fuk Ho An, Kelompok Wayang Potehi Yang Masuk Mal


Fuk Ho An, Kelompok Wayang Potehi Yang Masuk Mal

PERAYAAN tahun baru Imlek 2562 tinggal beberapa hari lagi. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menyambut perayaan tahun baru tersebut. Salah satunya di Mal Ciputra , Jakarta Barat. Sejak jauh-jauh hari mal tersebut telah dihiasi berbagai pernak-pernik berbau Imlek, termasuk menampilkan wayang khas Tionghoa, Wayang Potehi.Tak tanggung-tanggung mereka mendatangkan kelompok Wayang Potehi Fuk Ho An dari Surabaya.

Kelompok ini sudah empat kali tampil di mal Ciputra. Sebelumnya, mereka hanya tampil dari satu klenteng ke klenteng lain. Maklum, kala itu situasi tidak memungkinkan kesenian
maupun budaya Tionghoa muncul dihadapan umum sehingga mereka tak berani menunjukan dirinya.

Namun, semenjak Gusdur menjadi Presiden RI, kran menampilkan seni dan budaya Tionghoa terbuka lebar. “Pas Gusdur memimpin semua terbuka. Kami pun, sering tampil di berbagai tempat. Salah satunya di mal Jakarta,” imbuh Dalang Wayang Potehi Sugiyo Waluyo atau biasa disapa Subur.

Menurut Subur, kelompok Wayang Potehi Fuk Ho An sudah lama terbentuk. Namun, ia tak tahu persis kapan berdirinya. Pemilik group Fuk Ho An berasal dari Tionghoa. Dia juga merupakan seorang Dalang Wayang Potehi. Dia adalah Tok Soe Koei. Keahlian Tok Soe Koei mendalang diteruskan oleh sang anak Tok Hong Kie.

Tong Hong Kie memiliki anak pula. Disamping itu, dia mempunyai anak didik. Tok Hong Kie sendiri meninggal pada tahun 1983 atau usianya sekitar 50an tahun. Sayang anak Tong Hong Kie, Tok Hok Lay tak begitu pandai mendalang. Lantaran ingin melestarikan budaya Tionghoa serta mengenang leluhur, sebagai anak Tok Hok Lay tetap ingin meneruskan
kelompok wayang tersebut.

Dia duduk sebagai penyandang dana lantaran menjadi wiraswasta. Sementara bagian Dalang dan promotor acara dipegang oleh Sugiyo Waluyo atau biasa disapa Subur. Subur merupakan keponakan dari anak didik Tok Hong Kie sehingga secara tidak langsung ia juga bisa mendalang. Subur menjadi Dalang sejak 1994.

Meski begitu, ia sudah lama malang melintang di group tersebut. Mulai dari pemain musik, asisten dalang hingga menduduki posisi dalang. Bersama kelompok Wayang Potehi Fuk Ho An, Subur telah merambah berbagai daerah. Dalam setiap kali tampil, minimal mereka membawa lima orang untuk mendukung acara.

Terkadang, mereka membawa lebih dari itu. “Kalau kurang dari lima bisa berat dan tidak seimbang,” jelas Subur. Bila tampil di suatu tempat, mereka bisa memakan waktu minimal satu minggu. Bahkan mencapai dua bulan. Mau tak mau pihak keluarga, kerap mereka tinggal. Pihak keluarga pun memahami apa yang mereka lakukan.

Mereka bisa tampil selama itu, karena memang kisah cerita yang dipaparkan berseri. Nah di mal Ciputra, mereka menampilkan kisah Sin Djin Koei. Kisah tersebut, mereka sajikan dari 13 Januari sampai 6 Februari. Setiap hari, mereka tampil tiga kali dengan durasi waktu satu jam. Mulai pukul 15.00, 17.00 dan 19.00 WIB.

Selama pertunjukkan, kelompok ini mendapat sambutan hangat dari penonton. Tak heran, saat pertunjukkan berlangsung deretan bangku-bangku yang tersedia selalu penuh oleh pengunjung mal.

sumber :
http://www.tnol.co.id/id/onthespot/8004-fuk-ho-an-kelompok-wayang-potehi-yang-masuk-mal.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: