Cerita Jenaka dari Istana Presiden, Memoar Wartawan Senior


Ada hal yang membanggakan tentunya jika menjadi saksi sejarah pergantian setiap kepemimpinan nasional. Apalagi, sejarah itu kita peroleh langsung dari sarangnya, Istana Presiden. Begitulah yang dialami oleh beberapa wartawan Istana Presiden yang sudah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan nasional.

Saat ini, ada banyak wartawan senior di Istana Presiden. Bahkan di antara mereka ada yang sudah liputan di Istana lebih dari 25 tahun. Salah satu yang kukenal baik adalah Pak Agus, wartawan media Jepang, Nikkei yang sudah liputan selama 21 tahun di Istana Presiden. Pahit getir dan manis pernah dirasakannya saat meliput di Istana. Dan yang membuat aku salut pada beliau, di saat usianya yang sudah mulai senja, setiap hari masih liputan di dua tempat sekaligus, Istana Presiden dan Wapres…..

Banyak cerita yang dibaginya kepada kita-kita wartawan yunior. Dan pastinya, yang lucu-lucu, dari masa ke masa. Dan menurutku yang paling lucu adalah cerita saat Gus Dur menjadi presiden (semua pasti juga setuju hahahaha).

Di sela-sela kita liputan di Istana, Pak Agus dengan antusias menceritakan waktu Gus Dur pertama kali masuk Istana Presiden sebagai presiden RI. “Malam pertama di Istana, jam 12 malam tiba-tiba dia (Gus Dur) minta dibelikan kacang Sukro,” kata Pak Agus saat kita ngobrol-ngobrol nunggu SBY rapat yang membahas penurunan harga BBM minggu kemarin…

Kita pun terbahak-bahak dibuatnya. Apalagi, kebayang wajah Gus Dur yang innocent. Tawa kami pun makin menyeruak hingga paspampres di Istana memarahi kita.

Tak cuma di situ saja kelucuan Gus Dur. Waktu Bos MURI Jaya Suprana sowan ke Istana bareng dengan para penerima rekor MURI, cerita lucu juga tertorehkan di sana. Karena penglihatan Gus Dur tidak begitu berfungsi dengan baik, satu persatu Jaya Suprana memperkenalkan ke Gus Dur para penerima MURI tersebut. Dan pada suatu giliran…

“Gus, ini (sambil memperkenalkan seseorang) dapat rekor MURI gara-gara sehari semalam joget terus tanpa henti Gus,” cerita Jaya Suprana kepada Gus Dur. Sambil menyalami sang penerima MURI, Gus Dur pun ngomentari si penari. “Eh, nggak ada kerjaan lain loh…kok nari sehari semalem,” celetuk Gus Dur yang langsung disambut gerrrr semua hadirin kala itu…

Dan begitulah…Gus Dur selalu hidup dengan candaan candaan segar khasnya yang kocak.

Giliran Megawati…Si Ibu ini konon sangat pelit bicara saat jadi presiden. “Silakan tanya saja semua pertanyaan. Gak dilarang-larang kayak sekarang. Tapi ya itu, semua pertanyaan pasti nggak dijawab….,” kata Pak Agus lagi. hahahahhahah, lucu lucu…

Konon, Ibu Mega yang senang dengan angsa pun pernah membawa angsa ke Istana. Dan saat angsa itu lepas, paspampres pun dibuat kewalahan mengejarnya.

Beda lagi saat Pas Harto jadi presiden. Waktu Pak Agus diajak ke negeri Arab, aku lupa nama negaranya. Pernah Ibu Tien Soeharto diseruduk onta. Kita pun lagi-lagi tertawa dibuatnya….

Memang, kata teman liputan di istana separuhnya adalah menunggu narasumber sambil kleleran di teras istana..sisanya ya kerja beneran…..jadi, waktu menunggu itulah biasa kita gunakan untuk gosip-gosip gak jelas…

http://anwarkis.blogdetik.com/2008/12/17/cerita-jenaka-dari-istana-presiden-memoar-wartawan-senior/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: