Agama Jika Disertai Budaya Semakin Baik


Jakarta, gusdur.net

Mantan Ketua PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Islam datang ke Indonesia bukan untuk menghancurkan patung-patung peninggalan agama Buddha dan Hindu. Kendati Islam tidak anti patung, ujar Gus Dur, namun tetap saja ada kelompok Islam tertentu yang menganggap Islam anti patung.

“Masih banyak yang memaknai Islam secara keliru. Padahal itu nggak masalah.”
Gus Dur Kongkow

Demikian dikatakan Ketua Dewan Syura DPP PKB itu saat menjadi narasumber pada acara Kongkow Bareng Gus Dur bertema Nasib Benda-benda Purbakala di Indonesia, di Green Radio, Jl Utan Kayu No. 68 H Jakarta, Sabtu (08/03/2008) pagi. Hadir juga arkeolog senior dan Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) Mundarjito (71 tahun).

Dikatakan Gus Dur, komunitas Islam yang menolak patung, itu hanya yang hidup di negara Arab Saudi dan Asia Tengah. “Di negara kita bebas saja. Kita bukan negara Islam lho. Jangan lupa ini!,” tegasnya.

Negeri ini, kata Ketua Dewan Syura DPP PKB itu, dibangun berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang memberikan kemerdekaan dan kebebasan bagi seluruh warganya untuk berpendapat dan berfikir. Karenanya, ujar Gus Dur, Islam datang ke Indonesia justru sebagai lapisan positif bagi kemajemukan masyarakat Indonesia.

“Jadi ada kekeliruan, bahwa negara ini dianggap hanya milik orang Islam saja,” terangnya. “Ini yang bikin munculnya konflik sosial,” imbuhnya.

“Bagaimana Gus Dur melihat kelompok Islam tertentu yang hendak menghancurkan Candi Borobudur?” tanya seorang pendengar.

Dalam jawabannya, Gus Dur menyatakan, mereka adalah kelompok yang pemahaman agamanya dangkal, sehingga tidak mengerti kaitan erat antara keislaman dengan kebudayaan. “Agama kalau disertai budaya, itu akan menjadi semakin baik,” ujar Gus Dur.

Gus Dur juga mendapat pertanyaan perihal tradisi ziarah masyakat Indonesia (terutama warga NU) ke makam-makam orang saleh atau situs-situs purbakala yang dianggap bernilai sejarah. Menurut Gus Dur, tradisi ini tidak perlu dirisaukan dan dipermasalahkan, karena ada presedennya dalam agama Islam. Itu bukanlah perbuatan syirik (penyekutuan, red.) pada Allah SWT.

“Yang sekarang perlu diteliti, itu ada orang Muhammadiyah yang suka ke kuburan dan orang NU yang tidak suka ke kuburan,” katanya disambut tawa hadirin.

Sedang Mundarjito lebih melihat benda-benda purbakala sebagai identitas bangsa ini, yang tidak banyak dimiliki bangsa lain. Karenanya, baik pemerintah maupun masyarakat sudah semestinya menjaga dan melestarikannya secara sungguh-sungguh.

“Jangan sampai hanya tinggal kenangan saja,” harapnya.[nhm]

http://baim32.multiply.com/journal/item/72/Agama_Jika_Disertai_Budaya_Semakin_Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: