Tamu dan Karangan Bunga Berdatangan ke Rumah Hamzah


Tamu dan Karangan Bunga Berdatangan ke Rumah Hamzah
27-7-2001 / 17:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rumah kediaman Wakil Presiden Hamzah Haz di Jalan Tegalan Nomor 27 Matraman Jakarta Timur, tampak ramai. Terlihat kesibukan luar biasa. Masyarakat disekitar rumah bercat putih itu tampak berkerumun. Puluhan karangan bunga dengan tulisan berupa ucapan selamat, terus berdatangan seiring dengan kehadiran warga Kelurahan Pal Meriam. Beberapa anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersama Angkatan Muda Ka’bah (AMK) bersiaga menjaga segala kemungkinan. Kerabat tuan rumah disibukkan oleh kehadiran tamu.

Selain kerabat dekat dan tetangga hadir sejumlah anggota PPP dan kolega mantan Menko Kesra dan Taskin di era Presiden Wahid. Mereka yang hadir disitu selain memberikan ucapan selamat juga ingin melihat dari dekat wakil presiden yang baru. “Kalau bisa sih, memberi ucapan selamat kepada Pak Hamzah, kalau tidak bisa yang lihat saja dulu, suatu saat juga bisa memberi ucapan selamat,” ujar Hasan pemilik warung dekat rumah Hamzah.

Sementara Sekjen Dewan Dakwah Indonesia (DDI) Hussein Umar yang datang ke kediaman wapres mengatakan bahwa kemenangan Hamzah mencerminkan kehidupan berpolitik Indonesia semakin demokratis. Menurutnya, sejarah baru telah tercipta. Dalam hal ini kaitan-kaitannya dengan perubahan di tingkat kepemimpinan nasional. Proses terpilihnya Megawati dan Hamzah Haz melalui proses yang cukup berjalan dengan baik.

“Megawati mungkin secara konstitusional tidak bisa lain, akibat hukum UUD 1945 pasal 8 Hamzah Haz harus melalui tiga termin proses pemilihan, itu cukup luar biasa. Pilihan terhadap Hamzah Haz itu pilihan yang cukup obyektif, rasional, proporsional untuk menghindari konflik-konflik yang lebih berat yang nantinya akan menyulitkan pemerintahan Megawati,” kata Hussein.

Hussein juga yakin bahwa duet ini paling tidak akan bisa meredam keresahan massa yang luar biasa di masa-masa lalu. Masalahnya hingga kemarin ia masih menyaksikan aksi demonstrasi di Istana Negara dan di Gedung DPR/MPR yang menolak pencalonan Akbar Tanjung. Hal itu merupakan gambaran, bahwa di masyarakat Indonesia masih ada gejolak.

Sementara itu, Agus Haz putra ke-empat Hamzah, enggan diminta komentarnya atas kemenangan ayahnya dalam pemilihan wakil presiden tadi siang. “Maaf ya, dari sejak tadi saya belum istirahat sama sekali. Nanti ya, pasti kita bisa ngobrol lagi,” kata Agus dengan wajah yang menampakan keletihan. (Ebnu Yufriadi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: