“Saya Menghadapi Pilihan Sulit”


“Saya Menghadapi Pilihan Sulit”
16-7-2001 / 12:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengakui bahwa dirinya dihadapkan pada pilihan sulit menjelang Sidang Istimewa (SI) MPR awal Agustus mendatang. “Saya meyakini perkembangan politik beberapa waktu terakhir memang menyodorkan pilihan yang sulit bagi saya sebagai ketua umum PDIP,” kata Mega dalam pidato sambutannya pada Rakernas II PDI Perjuangan, di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (12/7).

Karena itu, ia memahami jika ada keraguan dalam tubuh PDIP tentang keputusan yang akan diambil. Namun, Mega menegaskan karena keputusan untuk meminta Sidang Istimewa telah diambil oleh PDI P, maka tidak ada lagi keraguan, apalagi pertentangan di partainya. Sidang Istimewa, kata Mega, sudah ada di depan mata. Bagaimana hasil akhirnya belum dapat dipastikan sejak awal, termasuk bagaimana sikap PDIP terhadap pertanggungjawaban Presiden nanti. Saat nanti, kata Mega, masih terlalu dini untuk ditentukan, karena penilaian tersebut harus diputuskan dalam forum SI mendatang. “Untuk itu beri kesempatan pada saya untuk menentukan pilihan politik yang ada,” kata Mega.

Rakernas ke-II PDIP ini dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari, sampai tanggal 14 Juli mendatang. Acara itu diikuti oleh ketua, sekretaris, DPD dan para ketua fraksi PDI P dari DPRD di seluruh Indonesia, kecuali DPD PDI P Maluku Utara, yang karena masih menangani masalah pemilihan Gubernur Maluku. Rencananya, wakil dari DPD PDIP Maluku Utara akan datang esok hari. Dalam pembukakan Rakernas tersebut, hadir sejumlah petinggi DPP PDIP antara lain, Arifin Panigoro, Sutjipto, Theo Syafei.

Rakernas kali ini dimaksudkan untuk mempersiapkan PDIP dalam menghadapi Sidang Istimewa mendatang. Mega menegaskan, sidang itu merupakan forum konstitusional yang diharapkan dapat menyelesaikan kerumitan politik dan ketatanegaraan yang dihadapi Indonesia.

Ia menambahkan, keputusan PDIP untuk meminta MPR menggelar Sidang Istimewa yang meminta pertangungjawaban Presiden bukan keputusan yang mendadak, tetapi telah melewati pengkajian mendalam dengan memperhitungkan indikasi dan dampak politik yang ada. Sehingga DPP sampai pada kesimpulan bahwa Sidang Istimewa MPR merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. (Dian Novita)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: