Presiden Yakin Kompromi Akan Tercapai


Presiden Yakin Kompromi Akan Tercapai
20-7-2001 / 10:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski terus mengupayakan langkah-langkah agar tercapai kompromi politik, Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan tidak boleh ada pelanggaran konstitusi dalam kompromi tersebut “Satu yang perlu diingat kita tidak boleh melanggar UUD dan bahwa mekanisme demokrasi telah memilih saya sebagai presiden dan Ibu Megawati sebagai wakil presiden, karenanya hal itu tidak bisa diusik-usik sampai tahun 2004 sesuai aturan UUD kita,” katanya usai bertemu Presiden Nikaragua Jose Arnoldo Aleman Lacayo, di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Rabu (18/7).

Gus Dur menjelaskan, saat ini ada usaha-usaha intensif ke arah kompromi. Namun, ia tidak dapat menjelaskan perkembangannya dari jam ke jam, “saya kan tidak ikut menangangi, tapi orang lain,” katanya. Mereka yang terlibat, kata dia, antara lain Ketua PPP Hamzah Haz, Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung dan Menteri Sekretaris Kabinet Marzuki Darusman. Terlepas dari perkembangan hasil kompromi, Gus Dur yakin situasi akan terkendali dengan baik.

Juru bicara kepresidenan, Adhie Massardie, secara terpisah mengungkap bahwa Presiden dalam melihat tanda-tanda positif yang mengarah pada tercapainya kompromi. “Ada pemahaman dari teman-teman dialog presiden bahwa persoalan bangsa jauh lebih penting dibanding kepentingan kepentingan pribadi yang tampaknya sedang diperjuangkan oleh beberapa politisi di parlemen,” katanya. Sehingga, menurut Adhie, semangat presiden untuk mengeluarkan dekrit kini makin menipis. Sayang, Adhie enggan menjelaskan siapa saja teman presiden berdialog itu. Ia hanya mengatakan, teman presiden itu orang-orang yang berpengaruh di parlemen. Kepastian tentang kompromi itu akan terlihat dalam perkembangan satu hingga dua hari ini.

Presiden, kata Adhie, mengharapkan masyarakat akan bekerja seperti biasa jika dekrit diturunkan nanti karena apapun langkah Presiden adalah untuk menenangkan masyarakat. Adhie membantah menipisnya niat untuk mengeluarkan dekrit adalah karena TNI dan Polri enggan mendukung langkah Presiden. Dia yakin, TNI dan Polri sebagai aparat keamanan otomatis akan mendukung karena tugas TNI dan Polri adalah mempertahankan keutuhan bangsa. Hal itulah, tegas dia, yang diyakini presiden akan menjadi dasar dukungan dari TNI.

“Beliau yakin karena filosofi TNI adalah untuk mempertahankan keutuhan bangsa, itu sudah otomatis, kalau bukan seperti itu, bukan TNI namanya,” katanya. Mengenai fakta bahwa TNI saat ini belum mendukung dekrit, menurutnya, karena sekarang alasan keluarnya dekrit belum memenuhi syarat. “Kalau sekarang ya belum akan mendukug, tapi kalau sudah memenuhi syarat dan saat yag tepat dimana bangsa ini terancam keutuhannya tentu akan mendukung,” tegasnya.

Presiden sama seklai tak khawatir akan keamanan Jakarta. “Saya yakin Jakarta aman, sebelumnya saya sudah ke Sulawesi Utara, Gorontalo, Jawa Tengah, dan besok saya akan ke Jatim. Tidak apa-apa, biasa saja situasi pasti terkendali,” katanya. Seusai acara itu, Gus Dur sempat mampir ke Asrham Gandi Bali yang menjadi tempat tinggal tokoh spiritual Hindu, Ibu Gedong Oka dan mengalungkan karangan bungan di patung Mahatma Gandhi. (Rofiqi Hasan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: