Presiden Wahid Bertemu Akbar Diam-diam


Presiden Wahid Bertemu Akbar Diam-diam
10-7-2001 / 12:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid melakukan pertemuan secara diam-diam dengan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di kediaman Wakil Bedahara DPP Golkar, MS Hidayat, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (7/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Pertemuan itu dibenarkan Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arifin Djunaidi dan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Ade Komaruddin.

Pertemuan Presiden Wahid dengan Ketua DPR Akbar Tanjung itu nyaris tidak diketahui oleh para wartawan. Jadwal Presiden yang diketahui wartawan adalah pukul 7.30 WIB sampai 8.30 melakukan santap pagi bersama dengan Menteri Kehakiman dan HAM Marsilam Simanjuntak, Wakil Jaksa Agung Soeparman dan Menko Polsoskam Agum Gumelar. Kemudian pukul 11.50 sampai 12.55 Presiden Wahid bertemu dengan sastrawan Pramudya Ananta Toer di kediamannya, Bojong Gede, Depok.

Pertemuan dengan Akbar itu,menurut Arifin yang mendengar langsung hal itu dari mulut Presiden, adalah untuk membicarakan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi bangsa. “Khususnya menjelang Sidang Istimewa MPR yang akan datang,” katanya. Ia mengatakan, pertemuan tersebut berakhir dengan persetujuan kedua belah pihak untuk mengadakan kompromi politik. “Bentuk komprominya seperti apa kita belum tahu, yang jelas untuk SI MPR nanti Presiden meminta supaya tidak ada laporan pertanggung jawaban dan Akbar Tanjung bersedia untuk kompromi itu,” katanya.

Namun, bentuk kompromi itu sendiri belum sempat dipikirkan oleh kedua belah pihak. “Mungkin bentuk komprominya akan ditentukan pada pertemuan pimpinan parpol, Senin,” tambah Arifin.

Namun, Anggota Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin menyangsikan bahwa Akbar bersedia melakukan kompromi politik dengan meniadakan laporan pertanggungjawaban Presiden pada SI MPR mendatang. “Itu plintiran saja. Mereka memang sering melakukan plintiran seperti itu,” katanya. Ade yakin Akbar tetap konsisten memegang konstitusi, yaitu Presiden telah melanggar haluan negara dan sumpah jabatan berkait kasus Buloggate dan Bruneigate.

Menurut Ade, pada SI MPR 1 Agustus mendatang, Fraksi Golkar MPR tetap pada agenda untuk menurunkan Abdurrahman Wahid. (Siti Marwiyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: