Presiden: “Saya Sedang Protes pada Tuhan”


Presiden: “Saya Sedang Protes pada Tuhan”
3-7-2001 / 1:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Abdurahman Wahid terlihat semakin frustasi terhadap konflik politik yang dihadapinya. “Saya sedang protes pada Tuhan. Semua bilang jangan memberlakukan keadaan darurat, tapi semua jalan kompromi ditutup,” kata Presiden, tak mampu menutupi emosinya, di Bina Graha, Jakarta, Senin (2/7).

Dihadapan peserta Kursus Singkat Khusus Angkatan (KSKA) I Lemhanas ini Presiden megemukakan keresahan hatinya dalam mencapai proses kompromi. “Semua memble! Maunya apa? Apa mau rakyat membakar gedung DPR/MPR?” kata Presiden. Ia kemudian mencontohkan kejadian di pembakaran gedung DPRD di Sampang, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Presiden kembali meminta agar dalam Sidang Istimewa nanti tidak ada permintaan pertanggungjawaban Presiden. Alasannya, kata Presiden, sistem kenegaraan kita tidak mengenal hal itu. “Bila terjadi, itu sama dengan makar, negara bisa pecah belah,” kata Presiden dengan nada tinggi. Untuk mempertahankan negara, ia melanjutkan, kebuntuan konstitusi yang terjadi harus segera dipecahkan. Caranya, adalah mempercepat pemilu dan mengembalikan mandat kepada rakyat.

Presiden menyesalkan ucapan Ketua DPR, yang mengatakan tidak ada keinginan dari daerah untuk memisahkan diri. “Ya Allah, ini orang bagaimana, kok enggak kenal rakyatnya,” kata Presiden. “Saya minta yang bersangkutan untuk cek pada tokoh-tokoh tasawuf di Aceh, Riau, para pendeta di Irian, kyai-kyai di Jatim. Mereka itu mau merdeka. Mau tidak mau ini harus ada tindakan,” tegasnya.

Saat ini, kata Presiden, sudah ada perkembangan dari keinginan ini, seperti gerakan mahasiswa dan angkatan muda. Ia berharap agar masyarakat tidak bergerak karena kekerasan akan sulit dihindari. Ia kembali mengingatkan agar semua pihak arif dan jangan mengikuti kemauan pribadi dan kelompok karena akan menghancurkan bangsa dalan jangka panjang.

“Berbulan-bulan saya risau, akibat otonomi daerah banyak hal yang tidak diperkirakan terjadi. Banyak daerah yang bergerak sendiri,” kata Presiden. Menurutnya, hal ini tidak boleh terjadi. Negara harus menjadi satu rangkaian. Kalau berjalan sendiri-sendiri, negara akan terpecah-belah. (Dian Novita)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: