Presiden Berlakukan Dekrit pada 20 Juli


Presiden Berlakukan Dekrit pada 20 Juli
16-7-2001 / 11:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bila partai-partai politik tetap tidak mendukung, Presiden Abdurrahman Wahid akan mengeluarkan dekrit keadaan darurat pada 20 Juli pukul 18.00 WIB. Presiden menginginkan partai politik menerima tawarannya untuk tidak meminta pertanggungjawaban pada sidang istimewa MPR.

Kepala Negara menyatakan hal tersebut ketika memberi wejangan saat berziarah ke Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (12/7). Saat ini Presiden Abdurrahman Wahid bersama Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Umum Partai persatuan Pembangunan Hamzah Haz sedang mencari penyelesaian masalah politik secara damai.

Sehubungan dengan tawarannya itu, Presiden meminta kepada DPR untuk tidak menyiapkan ketetapan tentang pertanggungjawaban. Presiden hanya menginginkan MPR menyiapkan ketetapan (Tap) tentang masukan untuk pertanggungjawaban. “Jadi bukan Tap mengenai tanggungjawab itu sendiri, melainkan masukan untuk pertanggungjawaban di akhir masa jabatan tahun 2004,” katanya. Presiden merasa sudah mengalah dan mempersilakan SI digelar.

Presiden menilai pernyataan Amien Rais untuk mempercepat SI itu hanya suatu tekanan politik saja. Ia tidak ingin demokrasi yang untuk pertama kali dilaksanakan di Indonesia dirusak oleh pelanggaran- pelanggaran konstitusi. Presiden berharap SI MPR disatukan dengan Sidang Tahunan (ST) untuk menghindari pemborosan. (Antara/Karima Anjani)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: