Presiden Anggap Kekacauan Politik Karena DPR


Presiden Anggap Kekacauan Politik Karena DPR
25-6-2001 / 20:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid menganggap, kekacauan politik belakangan ini akibat manuver anggota DPR. Demikian dikatakan anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa, Effendi Choirie, kepada wartawan usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Wahid dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, di kantor Pusat DPP PKB, Kuningan, Jakarta, Sabtu (16/6).

Dalam pertemuan sekitar dua jam itu, kata Choirie, Gus Dur – panggilan akrab Presiden — kembali menegaskan akan tetap mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukan penegakan hukum atas pelanggaran hukum yang dilakukan anggota DPR. “Tugas reformasi yang diemban Presiden adalah penegakan hukum. Karenanya, proses hukum terhadap orang-orang yang diduga terlibat kasus-kasus korupsi penyelewengan uang negara, mendapat concern tinggi dari Presiden, ” kata Effendi. Proses penegakan hukum yang dimaksud termasuk pengeluaran dekrit pembubaran DPR.

Effendi mencontohkan kasus pemerikasaan terhadap anggota DPR dari PDI-P, Arifin Panigoro. Dikatakannya, Jaksa Agung Baharuddin Lopa adalah orang yang tidak perlu diragukan lagi integritasnya. Lopa tidak akan gegabah untuk melakukan pemeriksaan terhadap Panigoro jika pihaknya belum mempunyai bukti yang kuat untuk melakukan proses hukum.

Ia membantah opini yang menyebutkan pemeriksaan terhadap Panigoro bermuatan politis dan tidak mempunyai dasar hukum. “Tidak ada alasan untuk mengatakan hal itu. Baharuddin Lopa adalah orang yang tidak mempunyai kepentingan apa pun,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini banyak usaha yang dilakukan anggota DPR untuk meminta Lopa mundur dari jabatan Jaksa Agung juga Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia. Menurutnya, Lopa pernah diminta mundur oleh beberapa anggota DPR khususnya yang mempunyai hubungan sejarah dengan Orde Baru. Kalau mereka menang pada kesempatan pemilihan presiden dan pemilu mendatang, ia dijanjikan untuk menjadi menteri. “Ini menunjukkan, bahwa mereka sudah saking takutnya. Kalau diperiksa. Mereka semua bisa masuk penjara,” kata Effendi.

Dalam konferensi pers yang dimulai pukul 15.40 wib tersebut, Effendi didampingi Wakil Sekjen PKB Chotibul Umam Wiranu, Ketua DPW PKB Jakarta Tubagus Abas dan anggota PKB Imam Ansyori. (Dian Novita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: