Presiden Akan Umumkan Negara Dalam Keadaan Bahaya


Presiden Akan Umumkan Negara Dalam Keadaan Bahaya
20-7-2001 / 10:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid memastikan, bila hingga hari Jumat (20/7) lusa tidak terjadi kompromi politik, ia akan mengumumkan negara dalam keadaan bahaya. Namun, kondisi tersebut baru akan berlaku pada tanggal 31 Juli, sehingga masih ada waktu 11 hari sebagai tambahan untuk mencapai kompromi. “Mudah-mudahan tercapai dalam waktu sebelas hari itu,” ujar Presiden dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Provinsi Banten di rumah aktor Ratno Timoer, di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan, Rabu (18/7) petang.

Menurut Presiden, selama ini ia telah meminta elit politik lainnya agar bersabar bila menginginkan perubahan pemerintahan dari sistem presidensil ke sistem parlementer. Paling cepat, tambah Presiden, hal itu baru dilaksanakan dalam perubahan Undang-Undang Dasar (UUD), yang dijadwalkan Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2002 mendatang. “Masa baru saja mengalami proses demokrasi, langsung ada pembaharuan UUD, itu nggak boleh,” kata Presiden di depan sejumlah jawara dan kiai-kiai Banten.

Presiden menduga move politik para elit yang cenderung terburu-buru bukan bertujuan untuk mengubah UUD dalam tatanan yang benar. Move politik hanya dilakukan untuk menurunkannya dari kursi kepresidenan, “ini salah.” Tanggungjawab yang paling mendasar bagi Presiden adalah apakah ia berpegang pada UUD atau tidak. Presiden Wahid berjanji akan senantiasa memegang teguh UUD 1945, tanpa hal itunegara akan tercerai berai. UUD, menurutnya, adalah alasan berdirinya suatu negara. “Karena itu saya akan pertahankan habis-habisan tanpa mepedulikan kawan atau lawan,” papar dia.

Presiden meminta agar para jawara dan kiai Banten yang mendukungnya tidak hilang kesabaran saat mengamati perkembangan politk di Jakarta akibat pemberitaan pers yang sudah tidak terlalu bisa dipercaya lagi. “Jangan sampai jawara tersinggung emosinya. Tidak perlu datang ke Jakarta untuk unjuk kekuatan. TNI/ Polri dan biroktrasi kita masih ada untuk mengamankan,” tegas dia.

Dalam acara tersebut Presiden sempat menyinggung pembangunan infra-struktur di privinsi Banten dan pentingnya Banten dalam pengembangan otonomi derah kelak. (Kurie Suditomo/Dian Novita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: