Pendukung Wahid Bersiap-siap Ke Jakarta


Pendukung Wahid Bersiap-siap Ke Jakarta
17-7-2001 / 11:13 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Menjelang Sidang Istimewa MPR, massa pendukung Presiden Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur bersiap-siap untuk bergerak ke Jakarta dengan sasaran menduduki Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta. Namun, organisasi NU, Ansor dan Banser mengaku tidak mengorganisasi massa. Bahkan, Ketua PWNU Jawa Timur Ali Maschan Moesa menyerukan agar para nahdliyin tidak berbondong-bondong ke ibukota meski hasrat membela Presiden Wahid demikian menggelegak.

“NU Jawa Timur tidak mengorganisir massa, apalagi untuk pergi ramai-ramai ke Jakarta. NU malah berusaha mencegah. Tapi, apakah imbauan dan upaya itu efektif dan mujarab? Itu yang saya tidak tahu. Pasalnya, pengorganisasian massa itu tidak melalui NU. Biasanya massa itu bergerak sendiri-sendiri,” ujar Ali kepada Tempo, Senin (16/7).

Ali merasakan suasana kuat di kalangan warga NU untuk melakukan gerakan tersebut. Apalagi, Sidang Istimewa MPR awal Agustus nanti merupakan puncak pergolakan politik sejak ramai-ramai Pansus Bruneigate-Buloggate, memorandum I dan II DPR serta sidang paripurna DPR dua bulan lalu yang meminta SI MPR. “Saat ini, rakyat yang mendukung pemerintahan Gus Dur, seperti kehilangan penyaluran. Lembaga perwakilan tidak lagi mempedulikan aspirasi mereka. Parlemen telah bergerak dengan agendanya sendiri. Rakyat pun tidak punya pilihan dalam menyalurkan aspirasi selain datang ke Jakarta,” ujar Ali Maschan.

Ketua PKB Jawa Timur Choirul Anam juga memberikan konfirmasi sama. Ia membaca gelagat gerakan pembelaan massa pendukung dari Jawa Timur ke Ibukota. “Ya, banyaklah. Mereka itu kan rakyat yang suaranya tidak lagi didengar wakil-wakilnya di parlemen,” ujar Anam. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan apakah konsentrasi perlawanan massa pendukung Gus Dur sepenuhnya di Jakarta seperti saat DPR menjatuhkan memorandum II, ataukah juga meledak di daerah-daerah seperti ketika DPR memutuskan meminta SI MPR dalam sidang paripurna akhir Mei lalu.

Sinyalemen kedua pimpinan NU dan PKB Jawa Timur itu tidak berlebihan. Seperti suara dari Pasuruan. Menurut Gus Mashudi Nawawi, penggerak para pendukung Gus Dur di kota tersebut kebingungan. Antusiasme dari massa untuk berangkat ke Jakarta begitu kuat. Praktis tidak bisa dibendung. Namun, dari pusat kekuasaan, Presiden Abdurrahman Wahid meminta massa yang mendukungnya untuk tidak bergerak ke Jakarta. “Bingung saya. Ya, lihat nanti sajalah. Mungkin ke Jakarta, setidaknya untuk jalan-jalan,” ujar tokoh muda pesantren yang berpengaruh kuat itu.

Ketua GP Ansor Jawa Timur, MH. Rofiq, sependirian dengan Ali Maschan Moesa. Ansor dan Banser telah memutuskan untuk tidak memobilisasi massa ke Jakarta. Kesepakatan itu dicetuskan oleh 160 ketua, sekretaris, pengurus Ansor dan komandan Banser se-Jawa Timur ketika bertemu di Hotel Utami, kawasan Juanda, Sidoarjo, akhir pekan lalu.

Meski begitu, Rofiq menegaskan, tidak ada satu pun kekuatan yang bisa melarang warga Ansor dan Banser berbondong-bondong ke Jakarta untuk menyatakan sikap dan dukungan terhadap Presiden Abdurrahman Wahid berkaitan Sidang Istimewa MPR. “Tindakan tersebut merupakan keputusan pribadi per pribadi. Mereka adalah warga negara yang mempunyai hak menyampaikan pendapat dan dilindungi undang-undang,” tegas Rofiq.

Ia membantah keputusan formal Ansor dan Banser Jawa Timur, yang tidak akan memobilisasi massa itu akibat tekanan aparat keamanan dan kepolisian. “Tidak ada tekanan itu,” ujarnya. Menurutnya, keputusan tersebut semata-mata dilatarbelakangi langgam Ansor dan Banser sebagai organisasi sosial kemasyarakat. Sedang pengerahan massa itu sendiri merupakan tindakan politik. “Selain itu, juga tidak strategis,” ujar Rofiq yang juga membantah penilaian organisasi yang dipimpinnya itu terkesan malu-malu membela Gus Dur yang terjepit.

Informasi dari Surabaya menyebutkan, aliansi barisan pro-demokrasi yang berintikan mahasiswa, buruh, petani, nelayan dan aktivis perempuan berencana turun ke jalan, Selasa (17/7). Mereka akan bergerak dari Gedung Go Skate Jl Embong Malang untuk menduduki DPRD Jatim di Jl Indrapura. Agenda aksi unjuk rasa mereka sama persis dengan tuntutan anak-anak muda NU tersebut. (Adi Sutarwijono)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: