PDIP Tak Akan Kompromi Soal Pertanggungjawaban Presiden


PDIP Tak Akan Kompromi Soal Pertanggungjawaban Presiden
29-6-2001 / 14:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Fraksi PDIP MPR, Sophan Sopiaan, menjelaskan bahwa partainya tidak akan berkompromi tentang pertanggung jawaban Presiden di Sidang Istimewa nanti. “Presiden harus datang untuk memberi pertanggung jawaban. Karena konstitusi kita menyatakan demikian,” kata Sophan seusai melakukan pertemuan dengan DPP PDIP di kantor pusat PDIP, Jalan Pacenongan, Jakarta, Selasa (26/6).

Presiden tidak bisa menolak jika setiap saat MPR minta pertanggung jawaban. Rancangan ketetapan yang dibuat oleh panitia Ad Hoc I telah memutuskan bahwa fraksi PDIP hanya akan menolak atau menerima pertanggung jawaban Presiden dalam SI nanti. PDIP tidak akan memasukkan alternatif menerima dengan catatan dalam pertanggung jawaban tersebut.

Dalam rapat antara Fraksi PDIP MPR dengan DPP PDIP tersebut, kata Sopiaan, disampaikan laporan panitia Ad Hoc I, Ad Hoc II dan Ad Hoc khusus. Ad Hoc I memutuskan kesepakatan untuk menolak atau menerima pertanggungjawaban Presiden dalam Sidang Istimewa. Ad hoc II, membuat rancangan ketetapan teantang pengangkatan Wapres menjadi Presiden. Selain itu, Rantap pengangkatan Wapres baru kalau diperlukan. Sedangkan panitia Ad Hoc khusus membahas agenda, pembiayaan dan acara Sidang itu nanti.

Dalam rapat itu juga disampaikan pengarahan dari Ketua Umum PDIP Megawati kepada Fraksi PDIP di MPR. Namun kata Sopiaan, arahan tersebut tidak bisa memberitahu hal itu kepada wartawan karena bersifat urgen dan rahasia. Ia hanya menyampaikan bahwa arahan itu adalah hal prinsip yang harus dilakukan fraksi mengahadapi sidang Sidang Istimewa. Menghadapi sidang itu nanti, tim fraksi di MPR akan diperkuat dari 30 orang menjadi 38 orang. “Karena Sidang Istimewa sangat strategis dan penting dalam rangka kehidupan bernegara,” kata Sopiaan.

Rapat itu berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 12.00 tersebut dan dipimpin oleh Ketua Umum PDIP Megawati. Sekitar empat puluh menit setelah rapat, Megawati keluar dari kantor DPP dab naik kendaraan volkfwagen B 6 Nopol B 1832 RE. Saat keluar, ia sempat terhadang para demonstran yang berkumpul didepan kantor DPP. Berkat pasukan pengawal wakil presiden, Mega berhasil keluar dari penghadangan demonstran tersebut. (Dian Novita)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: