Megawati Belum Pasti Hadir di Istana Bogor


Megawati Belum Pasti Hadir di Istana Bogor
10-7-2001 / 12:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputeri belum dipastikan akan hadir pada acara pertemuan pimpinan partai politik di Istana Bogor, Senin (9/7). DPP PDI masih menunggu kabar dari Megawati. “Biar Ibu yang memutuskannya sendiri,” kata Sekjen PDIP Sutjipto saat dihubungi Tempo di Jakarta, Sabtu (7/7) malam.

Sutjipto mengakui, DPP PDIP tidak menerima undangan dari Presiden Abdurrahman Wahid mengenai pertemuan itu.”Mungkin undangan langsung kepada Megawati,” kata dia. Dengan demikian, kata Sutjipto, DPP PDIP menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Megawati. Pihaknya tidak akan membahas perihal apakah ketua umum perlu hadir atau tidak. ”Kalau undangan Presiden itu resmi, layak dipertimbangkan,”ujar dia.

PDIP juga meminta pertemuan ketua partai politik itu memiliki agenda yang jelas. Selain itu, lanjut dia, posisi Abdurrahman Wahid harus jelas kapasitasnya, apakah sebagai Presiden atau orang partai.

Sutjipto menyayangkan tidak adanya pertemuan pendahuluan sebelum rencana pertemuan di Istana Bogor itu. Tiba-tiba undangan sudah disebarkan kepada partai-partai. Minimal, kata dia, seharusnya ada pembicaraan tingkat sekretaris jenderal atau wakil ketua.”Supaya bisa transparan dan tidak ada kesan yang kurang baik terhadap pertemuan itu,” paparnya.

Dalam pertemuan ketua partai itu, menurut Sutjipto, tiap partai memiliki peran penting. Format dan agenda pembicaraan harus didasarkan pada kesepakatan bersama dan harus transparan. Jangan sampai, kata dia, ada persepsi sebagai upaya rekayasa Sidang Istimewa. Untuk itu, PDIP menawarkan agenda yang dilakukan dengan suasana kekeluargaan. Sehingga, masyarakat dapat menerima keputusan-keputusan demokrasi tanpa apriori dan emosi.

Selayaknya pertemuan itu juga menyiapkan dan menciptakan agar SI dapat terlaksana dengan lancar dan aman. Sutjipto juga mengharapkan hasil pertemuan itu dapat disosialisasikan kepada masyarakat sehingga dapat menerima keputusan demokrasi secara wajar. “Boleh berbeda pendapat 180 derajat, tapi harus menjaga kekeluargaan antara sesama bangsa,” kata dia.

Sutjipto juga tidak terlalu memasalahkan seandainya ada ketua parpol yang tidak bersedia hadir. “Itu kan pertemuan informal, saya tidak anggap terlalu serius,” kata dia. (Hilman Hilmansyah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: