Kiai NU se-Indonesia Akan Bertemu di Jakarta


Kiai NU se-Indonesia Akan Bertemu di Jakarta
16-7-2001 / 11:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Jenderal PBNU, H Muhyidin Arubusman, membenarkan bahwa para ulama se-Indonesia akan melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Assidiqiyah, bulan ini. Ia mengatakan, sekarang sejumlah kiai sedang berkonsultasi dengan para kiai khos di beberapa daerah, terutama di Jawa Timur, seperti Kiai Abdullah Faqih di Langitan, Tuban, Jawa Timur. “Kepastian pertemuan itu, kita tunggu satu sampai dua hari lagi, setelah kita konsultasi dengan Kiai Khos,” kata Muhyidin yang dihubungi Tempo, Minggu (15/7).

Kemarin di Surabaya, Ketua PWNU Jawa Timur H. Ali Maschan Moesa mengatakan, para ulama NU se-Indonesia akan melakukan pertemuan di pondok pesantren pimpinan Kiai Nur Iskandar SQ itu pada 22 Juli mendatang, seminggu sebelum pelaksanaan Sidang Istimewa. Dalam pertemuan itu akan diputuskan mengenai sah-tidaknya impeachment DPR terhadap Presiden Abdurrahman Wahid di tengah masa jabatannya.

Menurut Ali Maschan, pertemuan tersebut hampir serupa dengan pertemuan para kiai NU se-Indonesia tahu 1954 yang merumuskan soal sah tidaknya menurunkan Presiden waktu itu, Soekarno. “Begitu NU sudah menyatakan sikapnya, (setelah itu –) selesai, tidak ada perdebatan lagi,” ujarnya yakin. Sebelum pertemuan di Jakarta, para kiai itu terlebih dahulu akan melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, 19 Juli 2001 mendatang.

Ali Maschan membantah penilaian pertemuan itu berdimensi politik hanya untuk mendukung Presiden Wahid. Ia memastikan NU tidak akan terpancing untuk memasuki wilayah politik praktis. “NU ikut menyumbang besar bagi berdirinya negara ini. Pertemuan itu adalah bagian dari komitmen NU menjaga keutuhan bangsa,” katanya dengan nada tinggi. Ia mengaku, apapun hasil pertemuan para kiai NU se-Indonesia, bisa jadi mengintervensi proses politik yang seharusnya hanya terjadi di dalam parlemen. Namun, menurutnya, hal itu –mau tidak mau– harus dilakukan. “DPR dan MPR kita sudah melenceng telalu jauh. Sehingga kita semua harus turut campur,” katanya. (Adi Mawardi/Wahyu Dhyatmika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: