Duet Mega-Hamzah Diminta Selamatkan Arah Reformasi


Duet Mega-Hamzah Diminta Selamatkan Arah Reformasi
27-7-2001 / 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden terpilih Hamzah Haz diminta untuk mendampingi Presiden Megawati untuk menyelamatkan arah reformasi yang belum tuntas ini. Hal ini dikatakan oleh J pengamat politik dari Centre for Strategic International Studies (CSIS), J Kristiadi kepada Tempo News Room melalui telepon kemarin (25/7) di Jakarta.

“ Bangsa ini membutuhkan figur seorang pemimpin yang bersih dari dosa Orde Baru dan juga harus seorang sipil, karena kita lagi membangun pemerintahan sipil,” ujar Kristiadi. Dengan terpilihnya Hamzah menjadi Wapres, hal ini akan dapat mengobati kekecewaan NU, karena Hamzah juga berasal dari warga Nahdliyin.

Pendapat serupa juga disampaikan pengamat yang juga anggota Barisan Nasional Hasnan Habib. Dia mengatakan Hamzah yang mewakili golongan Islam dan dekat dengan NU merupakan figur yang ideal untuk mendampingi Mega yang didukung kaum nasionalis. Duet Mega dan hamzah diharapkan dapat memperkokoh masayarakat Indonesia. Jadi kalau nasionalis bergambung dengan Islam, itu jelas suatu kekokohan di dalam masyarakat Indonesia.

“Secara perhitungan gabungan golongan nasionalis dan golongan agama Islam memberikan sesuatu kekuatan yang mantap bagi pemerintah untuk menjalankan program-programnya,” ujar Hasnan.

Menanggapi pekatnya rivalitas antara Hamzah Has dengan Megawati, sejak pernyataan Partai Persatuan Pembangunan, bahwa menolak kepemimpinan perempuan, Kristiadi menjawab, sudah seharusnya Megawati bersikap dewasa dan tidak mengungkit-ungkit lagi persoalan itu. “Ada agenda bangsa yang jauh lebih besar untuk dipirkirkannya. Di awal pemerintahan Megawati, dia harus meyakinkan kepada publik bahwa keluarganya bersih dari KKN, agar rakyat tidak terus menduga-duga,” kata Kristiadi.

Menurut Kristiadi, dalam memilih Wapres, berbeda dengan menentukan kabinet. Wapres menurutnya lebih dekat dengan simbol politik. Untuk itu memilih Wapres yang lebih penting dikedepankan adalah nilai-nilai normatif yang melekat padanya, apakah dia seorang demokrat, jujur, bebas KKN, kritis ataukah simbol pemersatu bangsa, “Sedangkan pemilihan kabinet itu baru didasarkan pada profesionalitas, maupun kemampuan managerialnya.” (Patna Sunu/Suseno)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: