DPA Tak Setuju Presiden Tetapkan Keadaan Bahaya


DPA Tak Setuju Presiden Tetapkan Keadaan Bahaya
29-6-2001 / 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewan Pertimbangan Agung (DPA) tidak akan pernah menyetujui keinginan Presiden Abdurrahman Wahid yang akan menerapkan status keadaan bahaya di Indonesia. Ini ditegaskan Ketua DPR, Achmad Tirtosudiro, di kantor DPA di Jakarta, Kamis (28/6) petang.

Menurut Achmad, DPA tetap mengajukan saran yang telah diajukan kepada Presiden Wahid sebelumnya, yakni agar Presiden menanggapi Memorandum I dan II dengan arif dan bijaksana. “Kami telah mengirim surat kepada Presiden khusus mengenai hal itu,” ungkapnya.

Presiden diminta DPA agar bertindak sesuai konstitusi dan hadir pada Sidang Istimewa MPR untuk memberikan laporan pertanggungjawaban. Jika hadir, menurut Achmad, ada kemungkinan penjelasannya bisa diterima. “Tetapi, kalau tidak hadir, susah dong mengharapkan MPR menolong beliau,” kata dia.

Sedangkan mengenai agenda SI, menurut Achmad, DPA sudah mendengar pendapat berbagai kalangan yang menyampaikan bahwa sidang akan membahas masalah kepemimpinan nasional semata. Namun, DPA telah mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak untuk membahas kondisi setelah SI. Karena itu, DPA telah menyiapkan konsep lengkap bagi pemerintahan mendatang, “Baik ada pergantian atau tidak.”

Achmad juga menyarankan, sebaiknya Sidang Istimewa dan Sidang Tahunan MPR dilaksanakan berurutan dalam satu bulan. Sidang Tahunan, bisa saja dilaksanakan tiga hari atau seminggu setelah SI MPR.

Sidang Tahunan, kata Achmad, bisa menjadi forum untuk membahas program ataupun penyusunan kabinet, jika ada pergantian kepemimpinan nasional. “Apakah ada pergantian atau tidak, yang penting harus ada program yang lebih baik dari sekarang,” ujarnya.

Ketua DPA ini memprediksi bahwa pergantian kepemimpinan nasional tampaknya sudah tak terelakkan, jika SI dilaksanakan. “Yang terpenting adalah harus ada pemerintahan yang lebih efektif di masa mendatang untuk menyelamatkan bangsa dan negara,” kata dia

Ia a tidak bersedia menjawab saat ditanya: apakah pemerintahan Presiden Wahid berjalan efektif atau tidak selama ini. Ia sempat terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu. “Saya pikir itu tidak usah ditanya lagi,” ujarnya sambil tertawa. (Dara Meutia Uning)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: