Dana Pengamanan SI Secara Nasional Rp 18 Miliar


Dana Pengamanan SI Secara Nasional Rp 18 Miliar
20-7-2001 / 10:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk mengamankan Sidang Istimewa, secara nasional, Polri membutuhkan dana sebesar Rp 18 miliar. Sebanyak Rp 6 miliar di antaranya untuk kebutuhan operasi Polda Metro Jaya. Namun, hingga saat ini untuk pengamanan Jakarta dan sekitarnya Polri baru mengumpulkan Rp 4 miliar. Demikian dikatakan Wakil Kepala Bagian Humas (Wakabahumas) Polri Kombes Pol Eduard Aritonang pada pers di ruang kerjanya, Rabu (18/7).

Pengamanan Sidang Istimewa yang lewat “Operasi Mantap Brata VIII” itu digelar sejak H-14 (14 hari sebelum pelaksanaan SI) sampai H+14 (14 hari setelah pelaksanaan SI). Namun pelaksanaan H-14 ini hanya dilakukan oleh Polda-polda se Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan diluar itu mereka memulainya pada H-3 (3 hari sebelum pelaksanaan SI).

Aritonang menuturkan Operasi Mantap Bratha ini terdiri dari tiga lapis. Lapis pertama diisi oleh Polda Metro Jaya, lapis kedua terdiri dari Polda se Jawa, Bali, Lapung dan Sumatera Selatan. Sedangkan lapis ketiga adalah Polda lainnya. Pengamanan SI itu ditujukan kepada peserta sidang, keluarganya, rute perjalanan, lokasi penginapan dan tempat-tempat umum yang dianggap vital, yang bisa mempengaruhi jalannya sidang.

Sekalipun Polda lain sampai saat ini belum ada dananya, Aritonang menjelaskan, Polri bertekad untuk mengamankan SI dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Konsentrasi kerja yang dilakukan Polda-Polda se-Jawa adalah mengamankan anggota SI dan masyarakat yang akan datang ke Jakarta yang hendak menyampaikan aspirasinya.

Seorang perwira bintang dua di Mabes Polri yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan hal yang sama. “Bayangkan saja, dengan menyediakan personil sebanyak itu (42 ribu personil dalam keadaan krisis), kami harus berusaha mendapatkan tambahan dana untuk pengamanan,” ia menjelaskan. Sementara yang telah terkumpul sebesar Rp 4 miliar itu berasal dari pos-pos anggaran yang belum terpakai di Mabes Polri, untuk Operasi Mantap Brata VIII. “Pos-pos anggaran itu, seperti dari pos-pos Irjen Polri, dan Sekjen Polri,” katanya.

Penyediaan dana pengamanan sejumlah Rp 6 miliar ini, masih menurut sumber itu, sebenarnya tidak direncanakan. Mabes Polri mengajukan dana sekian miliar untuk setiap tahun. Namun, akhir-akhir ini terjadi berbagai peristiwa yang tak terduga seperti kerusuhan di Sampit, atau pun Sidang Paripurna DPR mengenai Memorandum I dan II. Peristiwa semacam inilah, kata dia lagi, yang memerlukan pengamanan serta dana ekstra dari polisi.

Sebenarnya, sumber itu menambahkan, Polri telah menyediakan dana contigency (dana cadangan). Sayangnya, dana cadangan itu pun tidak cukup. Selain itu, Mabes Polri juga sudah mengajukan permintaan tambahan dana kepada pemerintah. Akan tetapi hingga saat ini, belum ada lampu hijau yang menandakan tambahan dana pengamanan itu akan dikabulkan.

Perihal kekurangan dana itu, sebenarnya pernah disinggung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Chaeruddin Ismail, saat konferensi pers usai gelar operasioanl Polri, Senin (16/7) lalu. Saat itu, Wakapolri mengakui bahwa Polri sangat ‘keteteran’ dalam menangani masalah dana pengamanan ini. (Istiqomatul Hayati)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: