Bila Pertanggungjawaban Gus Dur Ditolak, Mega Otomatis Jadi Presiden


Bila Pertanggungjawaban Gus Dur Ditolak, Mega Otomatis Jadi Presiden
29-6-2001 / 14:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bila dalam Sidang Istimewa (SI) MPR nanti, pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid ditolak, maka secara otomatis Megawati akan naik menjadi Presiden kelima RI. “Wapresnya itu tinggal nanti dipilih secara terbuka, biarkanlah putra terbaik atau puteri terbaik bangsa yang akan naik,” ujar Ketua MPR Amien Rais dalam wawancara yang ditayangkan secara live di Metro TV, Jakarta, Selasa (26/6) siang.

Amien mengungkapkan, tiga bulan setelah Sidang Istimewa, MPR akan mengadakan Sidang Tahunan. Dalam sidang itu, akan dibahas semua hal strategis yang menyangkut kepentingan bangsa dan negara. Ketika pewawancara Parni Hadi menanyakan, apakah tidak akan diberikan blangko kosong kepada presiden Baru, Amien menjelaskan bahwa saat Megawati dilantik menjadi Presiden, selain ada sumpah jabatan, akan ada job description. “Biar Megawati tidak akan mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh Abdurrahman Wahid,” tegas Amien.

Mengenai kemungkinan isu bakal ada upaya membuat Sidang Istimewa itu tidak memenuhi kuorum, Amien mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi hal itu. ”Kalau seperti ini, tentu harus diatasi. Setiap partai dan fraksi itu, kalau perlu tiap-tiap anggota MPR dijaga dua satgas, supaya tidak melincur, alasannya ke rumah sakit, tahu-tahu ke mana gitu. Jadi harus dibawa ke MPR,” jelas dia sambil tertawa.

Amien mengakui, sesungguhnya yang harus diantisipasi adalah kekuatan money politic. Hal itu sangat terasa, namun sukar untuk dibuktikan. “Jadi begini Mas Parni, kalau saya melihat begini, asal ada orang berpindah posisi, suaranya yang tadi vokal jadi membebek, dia dulu kritis menjadi sangat tumpul, yang dulu di seberang A, kemudian diseberang B secara mencolok, itu mesti ada apa-apanya. Mungkin money politic, mungkin iming-iming, mungkin tekanan,” lantun Amien.

Mengenai kabar power sharing, yang lagi gencar-gencarnya diberitakan oleh media massa, termasuk pembagian posisi wakil presiden, Amien mengaku sudah membicarakan hal itu dengan tokoh-tokoh partai, dan hasilnya adalah isu ini sudah basi alias usang. “Mereka sejak dulu sudah enggak percaya lagi. Tentu para politisi kita tidak akan membuat kesalahan lagi. Karena setiap kali (dikadalin) kan tidak bener. Jadi sejak lama saya kira power sharing itu sudah dilupakan,” tutur dia.

Menjawab pertanyaan tentang siapa calon kuat untuk posisi wakil presiden, Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini mengatakan, banyak yang berminat untuk posisi tersebut, tetapi hanya sedikit yang potensial. “Jadi mungkin yang berminat lebih dari satu lusin, tetapi memang seperti Pak Hamzah Haz potensial, mungkin Pak Bambang (Susilo Bambang Yudhoyono), Pak Agum Gumelar, bahkan Sultan Jogja itu mungkin juga potensial,” tambah dia. (Ira Kartika MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: