Bila Gus Dur Diturunkan, MPR Harus Bubar


Bila Gus Dur Diturunkan, MPR Harus Bubar
20-7-2001 / 10:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua DPRD Irianjaya, John Ibo menyatakan, MPR sebagai lembaga tertinggi negera harus dapat bekerja demi kepentingan rakyat. Untuk itu, lembaga ini harus bertindak konstitusional. Ia mempertanyakan tindakan MPR mengangkat KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden itu konstitusional. Padahal menurut UUD 1945 Presiden harus sehat jasmani dan rohani. “Jadi kalau MPR menurunkan Gus Dur, saya nilai MPR yang inkonstitusional itu juga harus dibubarkan,” ungkap John Ibo kepada Tempo ketika dihubungi lewat telepon, Rabu (18/7).

Menurut John, anggota MPR harus memahami dirinya dan kesalahan yang dilakukan. Masalah kebangsaan harus dilihat secara proporsional. “Jangan rakyat dijadikan korban,” John menegaskan. Ketika ditanya tentang adanya sejumlah kepala suku di Papua yang mendukung Gus Dur untuk tetap jadi Presiden, John diam sebentar lalu menjawab, “Itu hak masyarakat. Siapa saja orang Indonesia, mereka boleh pilih,” katanya.

Namun, ia mengingatkan, aspirasi itu harus disalurkan menurut prosedur. Aspirasi itu jangan jadikan sebagai alat tawar menawar politik antara MPR untuk tetap mempertahankan Gus Dur atau Papua Merdeka lepas dari Indonesia. “Kalau sudah dijadikan alat tawar, berarti aspirasi itu diboncengi oleh pihak lain,” kata John.

David Deda, juru bicara dari 50 kepala suku asal Papua yang mendukukung Dus Dur kepada Tempo di Jayapura menyatakan, saat ini ada 50 kepala suku dari 14 kabupaten di Papua yang berdiri di belakang Dur Dur. “Kami akan mendukung Gur Dur untuk tetap jadi Presiden,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya sudah layangkan surat pernyataan itu kepada pimpinan MPR, Ketua Umum PKB, dan kepada Gus Dur sendiri. Direncanakan, minggu ini 50 kepala suku itu akan berangkat ke Jakarta untuk mendukung Gus Dur.

Menurut David Deda, sikap politik ini diputuskan karena para kepala suku menilai, Gus Dur sebagai seorang tokoh demokrat yang mau memperhatikan segala aspirasi rakyat papua, termasuk aspirasi merdeka. “Gus Dur itu mau menjadikan Indonesia sebagai negera demokrasi sehingga aspirasi apa pun bentuknya, ia akan menerima, asalkan jangan keluar dari Negera Kesatuan Republik Indonesia,” kata David Deda.

Ketika ditanya soal kemungkinan Gus Dur digulingkan, David Deda dengan suara tegas menyatakan, bahwa ada sekitar 50 – 100 kepala suku akan ke Jakarta untuk bertemu dengan pimpinan di MPR. “Kalau Gus Dur digulingkan, kami para kepala suku akan menyatakan untuk keluar dari NKRI. Untuk itu, kami mohon kepada fraksi-fraksi di MPR, kalau tidak mau Papua terlepas dari NKRI, maka Gus Dur harus tetap dipertahankan,” kata David Deda.

Ketika Tempo menanyakan, apakah ada pihak ketiga yang mensponsori pernyataan politik ini, dengan suara keras, David Deda menyatakan, siapa lagi yang mau mensponsopi. “Tidak ada pihak ketiga. Kami ini kepala suku yang sekarang berdiri di belakang Gus Dur. Kalau ada yang mau coba-coba dengan Gus Dur, kami akan bangkit dan menyatakan sikap.”

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua, Theys Hiyo Eluay, mengatakan, sikap politik dari 50 kepala suku itu merupakan sikap politik masyarakat adat Papua secara keseluruhan. “Sejak Juni lalu saya sudah katakana, bahwa kalau Gus Dur digulingkan, maka rakyat Papua akan menyatakan sikap politik sebagaimana yang sekarang ini diperjuangkan oleh Presidium Dewan Papua,” kata Theys.

Kepada pimpinan DPR dan MPR serta anggota dan pimpinan fraksi di MPR, Theys Hiyo Eluay dan David Deda meminta supaya dalam mengambil keputusan dalam sidang instimewa nanti supaya memperhitungkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Kris Ansaka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: