Akbar Bantah Melobi Baharuddin Lopa


Akbar Bantah Melobi Baharuddin Lopa
25-6-2001 / 20:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua DPR Akbar Tandjung membantah pernah berusaha melobi Jaksa Agung Baharuddin Lopa untuk menawarkan jabatan dan komitmen tertentu usai digelarnya Sidang Istimewa (SI) MPR 1 Agustus mendatang. Dia juga membantah dirinya menjanjikan Lopa akan menjadi menteri jika Presiden Abdurrahman Wahid tergeser posisinya oleh Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. ”Sama sekali tidak ada ucapan-ucapan yang mempengaruhi (kebijakan Lopa-Red),” katanya usai menerima delegasi Komite Persatuan dan Penyelamatan Reformasi (KPPR) di ruang kerjanya Gedung Nusantara III Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa Siang (19/6).

Akbar membenarkan pernah menghubungi Jaksa Agung Lopa lewat sambungan telepon pekan lalu. Dalam pembicaraan itu, Akbar mengaku tidak membicarakan rencana pemeriksaan dirinya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). ”Saya hanya berkomunikasi biasa dengan beliau,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah Lopa berusaha mengangkat kembali kasus dirinya yang sudah dipeti-eskan bulan November 2000 lalu oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman, dia mengatakan tak memiliki wewenang untuk menjawab pertanyaan itu. ”Tanyakan saja kepada Pak Marzuki,” tandasnya Tandjung juga tak bersedia menjawab tuduhan Kejaksaan Agung bahwa dirinya terlibat dalam kasus dana non-bugjeter Bulog. Ia siap memberi keterangan apabila Kejaksaan Agung memanggilnya. ”Tentu akan saya jelaskan apa saja yang saya ketahui,” jelasnya

Dikatakan, upaya lobi antar kubu Presiden Wahid dengan pimpinan MPR/DPR dan pimpinan partai merupakan suatu hal yang wajar. Pihaknya mengaku selalu menerima upaya dialog antara lain dengan Menteri Pertahanan Mhfud MD, Menteri Luar Negeri Alwi Shihab dan Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz. Menurut dia, yang terpenting dalam dialog itu adalah upaya mempersamakan pendapat untuk mencapai solusi yang sebaik-baiknya dalam menghadapi kemelut. ”Dalam rangka komunikasi pimpinan partai, dialog itu biasa-biasa saja,” ujar dia.

Itu selama dialog dengan pimpinan-pimpinan partai itu terdapat kesimpulan umum untuk perbaikan kondisi bangsa. Solusi terbaik bagi bangsa, katanya, adalah pemerintahan sesudah Sidan Istimewa MPR 1 Agustus 2001. ”Artinya, pemerintahan yang efektif dan solid dalam menjalankan fungsi dan visi yang jelas untuk diterima semua pihak,” tambahnya. (Jhonny Sitorus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: