Agak Aneh Kalau Gus Dur Tetap Bertahan Di Istana


Agak Aneh Kalau Gus Dur Tetap Bertahan Di Istana
18-7-2001 / 17:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua MPR Amien Rais menilai Presiden Abdurrahman Wahid agak aneh jika tetap bertahan di Istana Merdeka, Jakarta, untuk tetap menduduki kursi kepresidenan hingga tahun 2004. Menurut dia, jika pertanggungjawaban Presiden Wahid ditolak mayoritas Anggota MPR/DPR, maka otomatis diberhentikan dari jabatannya dan sudak tak mungkin lagi menempati Istana Kepresidenan. Selain itu, dengan diberhentikannya Gus Dur, maka telah hadir seorang yang menduduki kursi RI-1.

”Kalau misalnya pertanggungjawaban Wahid ditolak, otomatis akan diberhentikan. Tapi kalau tetap bertahan tinggal di Istana Presiden kita tidak bisa apa-apa, kecuali mengatakan beliau agak aneh,” katanya usai memimpin Rapat Intern Pimpinan Fraksi MPR di Gedung Nusantara III Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (17/7). Pada pertemuan yang dilakukan atas desakan fraksi-fraksi MPR kepada pimpinan MPR itu, juga dihadiri pimpinan F-PDI Perjuangan, F-PG, F-PPP, F-Reformasi, F-PDU, F-PBB, F-KKI dan F-Utusan Golongan. Sementara tiga fraksi berhalangan hadir yaitu F-PKB, F-PDKB dan F-TNI/Polri. Pertemuan berlangsung tertutup mulai pukul 13.00 WIB sampai 15.30 menyikapi perkembangan situasi politik nasional.

Amien mengomentari pernyataan Presiden Gus Dur di Manado (17/7) yang menyatakan tetap tidak akan mundur dan terus bertahan hingga 2004. Menurutnya, ungkapan itu adalah hak presiden. Namun demikian, katanya, Wahid harus tahu bahwa dalam hidup bernegara ini ada UUD, kode etikanya dan ada aturan mainnya.

”Saya kasih tahu rahasianya. Pak Abdurrahman Wahid ini sebenarnya tokoh yang sangat rasional. Jadi wacana yang macam-macam ini adalah berbagai taktik beliau. Pada saat yang krusial, tentu dia tidak akan rasional,” ujar Amien.

Dikatakan, apabila pertanggungjawaban Presiden Wahid ditolak maka Gus Dur tak mungkin terus bertahan di Istana, karena sudah ada pengganti presiden yang baru. ”Jadi ini sebuah hiburan untuk anda sekalian (wartawan-red), supaya ada hal-hal yang cukup menyegarkan. Lagipula kalau presiden sudah kena impeachment, kan Wahid sudah bukan presiden lagi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, dia mengungkapkan bahwa Presiden Wahid memiliki banyak musuh. Seperti ketika Wahid menghadapi PDI-P dengan konfrontatif, poros tengah yang tadinya mendukung akhirnya telah mencabut dukungan, TNI/Polri tidak pada pihaknya dan media massa yang mengelu-elukan sudah berubah, ”What’s wrong? Pasti ada yang salah. Jadi para kyai yang saya hormati agar bermuhasabah, menghitung kesalahan terletak di mana. Karena itulah tugas ulama sebenarnya,” tambahnya. (Jhonny Sitorus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: