50 Kepala Suku Papua Akan Berdiri di Belakang Gus Dur


50 Kepala Suku Papua Akan Berdiri di Belakang Gus Dur
10-7-2001 / 13:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sedikitnya 50 kepala suku di 14 Daerah Tingkat II se Papua menyatakan akan berdiri di belakang dan mendukung Presiden Abdurrahman Wahid untuk tetap menjadi Presiden RI hingga 2001. Pernyataan ini disampai para kepala suku itu melalui juru bicaranya David Deda kepada Tempo di Jayapura, Senin (9/7).

Menurut David Deda yang juga keondoafian (pelaksana penanggungjawab kepala suku) Hedam Ayapo di Kabupaten Jayapura, sikap politik ini diputuskan karena para kepala suku menilai, Gus Dur sebagai seorang tokoh demokrat yang mau memperhatikan segala aspirasi rakyat Papua, termasuk aspirasi merdeka. “Gus Dur itu mau menjadikan Indonesia sebagai negera demokrasi, sehingga aspirasi apa pun bentuknya, ia akan menerima, asalkan jangan keluar dari Negera Kesatuan Republik Indonesia,” kata David.

Ia menjelaskan, menjelang Sidang Istimewa (SI) MPR pada 1 Agustus 2001, 50 kepala suku di Papua memandang perlu menyatakan sikap politik untuk menentukan perjalanan bangsa dan negara. “Pernyataan ini sangat perlu, karena ada sejumlah elite politik yang tidak suka Indonesia menjadi negera demokratis, sehingga ada upaya-upaya untuk menggulingkan Gus Dur,” katanya. Ia melihat, Sidang Istimewa merupakan kendaraan politik dari sejumlah elite politik yang semata-mata bertujuan untuk menggulingkan Gus Dur dari jabatan Presiden, kemudian mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden.

Sebagai orang adat, pihaknya mengaku heran mengapa pada awal pemilihan presiden, para elite politik tidak memilih Mega, namun memilih Gus Dur. Dan sekarang, para elite politik itu, tiba-tiba mau menggulingkan Gus Dur yang dipilihnya sendiri. “Kami melihat, jurus politik yang diluncurkan para elite politik, seperti Amin Rais, Akbar Tanjung, dan lain-lain, adalah jurus politik yang hanya mementingkan pribadi dan golongannya sendiri,” ujar David.

Untuk itu, mereka minta supaya fraksi-fraksi di MPR harus bijaksana melihat persoalan ini. “Kalau salah ambil keputusan, maka hancurlah negera ketaruan republik Indonesia,” David menambahkan.

Ketika ditanya soal kemungkinan Gus Dur digulingkan, David dengan suara tegas menyatakan, bahwa ada sekitar 50 – 100 kepala suku akan ke Jakarta untuk bertemu dengan pimpinan di MPR. “Kami akan menyatakan sikap politik kami kalau Gus Dur digulingkan. Kalau Gus Dur digulingkan, kami para kepala suku akan menyatakan untuk keluar dari NKRI. Untuk itu, kami mohon kepada fraksi-fraksi di MPR, kalau tidak mau Papua terlepas dari NKRI, Gus Dur harus tetap dipertahankan,” kata David Deda.

Para kepala suku itu juga minta kepada Wakil Presiden Megawati agar dapat menahan diri dan melihat realita politik yang ada. “Kami tahu, Ibu Mega tidak mau Indonesia terpecah-pecah. Untuk itu, Ibu Mega harus berani menyatakan sikapnya untuk mendukung Gus Dur menjadi Presiden hingga 2004,” ujar David.

Ia mengatakan, bagi orang Papua, tokoh Abdurrahman Wahid adalah penjelmaan “Kasih Karunia Allah” yang akan menghantarkan bangsa Indonesia dari suasana yang serba chaos menjadi negera yang aman, sejuk, serasi dan damai. Dan Gus Dur mampu mengantarkan orang Papua dari segala bentuk penindasan yang telah menelan korban ribuan jiwa. “Gus Dur dapat menuntun aspirasi rakyat Papua ke tingkat pemahaman dan pengertian yang lebih baik lewat lembaga eksekutif dan legislatif, sehingga rakyat Papua dapat mengenal jati dirinya secara baik dan bertanggungjawab,” David menjelaskan. (kristian ansaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: