“Tidak Ada Kesepakatan Dengan Megawati”


“Tidak Ada Kesepakatan Dengan Megawati”
27-7-2001 / 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bekas Calon Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan bahwa pertemuan dirinya dengan Presiden Megawati, Rabu (25/7) malam, tidak membicarakan kesepakatan-kesepakatan antara dirinya dan Presiden Megawati Sukarnoputri. Ini disampaikan Susilo dalam jumpa pers di Hotel Hilton Jakarta, Kamis (26/7) siang.

Susilo juga membantah bahwa dalam pertemuannya Rabu malam, Megawati meminta dirinya mundur dari pencalonan sebagai wapres. “Secara langsung Ibu Megawati tidak meminta saya untuk mundur dari pencalonan wapres. Beliau mempunyai preferensi terhadap calon wapres, sesuai dengan pemahaman pandangan beliau, dan itu saya hormati,” jelas dia.

Ketika ditanya pers apakah dalam pencalonannya menjadi wapres, dirinya mendapat mendapat tekanan, Susilo menjawab dengan diplomatis. Dia mengatakan bahwa kepentingan dan blokade dari parpol sangat kental. Dia mengakui kedua hal tersebut sebagai hal yang wajar dan lumrah dalam dunia politik. Namun, dia menekankan agar kepentingan dan suara partai politik dekat dengan kepentingan dan aspirasi rakyat.

Pada kesempatan itu, mantan Menko Polsoskam itu mengemukakan enam elemen dasar yang dibutuhkan pemerintahan Megawati agar dapat berjalan secara efektif. Pertama, pemerintahan Megawati harus mempunyai visi, agenda, dan prioritas yang konkret. Menurut dia, tiga tahun mendatang persoalan pemerintah adalah tentang pemulihan ekonomi, penegakan hukum, serta penegakan keamanan dan ketertiban serta normalisasi kehidupan politik.

Kedua, menyangkut struktur pemerintahan yang akan dibentuk. Apakah departemen-departemen yang akan dipilih nanti betul-betul dapat menjawab persoalan dan tantangan negeri ini tiga tahun mendatang. Ketiga, dalam memilih orang-orang yang akan duduk di kabinet dan jajaran pemerintahan lainnya. Orang-orang yang dipilih, kata Susilo, harus memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi, sehingga agenda-agenda yang ditetapkan dapat diwujudkan dengan baik.

Keempat, koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi kabinet. Apakah para menteri dapat dikoordinasikan, disinkronisasikan, dan diintegrasikan dengan baik. Jika hal itu bisa berjalan, akan menghasilkan sinergi dalam kabinet, dan semua langkah-langkah akan berjalan dengan efektif serta efisien.

Kelima, mengenai aturan main dan kode etik. Apakah para menteri nanti dapat berkonsentrasi penuh mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaga kepada pemerintahan, bukan kepada kepentingan parpol. Susilo mengharapkan agar parpol yang ada di DPR sekarang jangan menjadikan pos-pos tertentu di dalam pemerintahan sebagai incaran. Mungkin saja, lanjut dia, dibayangkan pos-pos tersebut dapat membantu partai dalam membantu pemilu yang akan datang. “Lupakan dulu pemilu yang akan datang, pusatkan perhatian untuk mengatasi masalah-masalah yang akan dihadapi negara kita sekarang ini,” tegas dia. Terakhir, menurut Susilo, gaya kepemimpinan Presiden Megawati sebagai Presiden.

Saat itu juga Susilo menjawab tentang suara-suara agar Golkar tidak masuk dalam pemerintahan mendatang. Menurut dia, parpol yang ada sekarang masih memiliki hak konstitusional untuk berkiprah di pentas politik. “Tidak ada alasan untuk menghalang-halangi hak-hak konstitusional partai tertentu, termasuk Golkar,” kata dia.

Dia juga menambahkan agar elite politik dan masyarakat tidak menumbuhkembangkan pikiran untuk membatasi hak warga negara dan partai politik yang memang secara konstitusional masih mendapatkan hak tersebut. Susilo juga menekankan perlunya rekonsiliasi nasional. Menurut dia, hal itu adalah salah satu roh dan agenda pemerintahan yang akan datang. (Dicky Subhan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: