“SI Dipercepat, Makin Kuat Alasan Presiden Keluarkan Dekrit”


“SI Dipercepat, Makin Kuat Alasan Presiden Keluarkan Dekrit”
25-6-2001 / 20:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Chotibul Umam Wiranu, mempermasalahkan usulan Kaukus Lintas Fraksi yang meminta percepatan sidang istiemewa (SI) MPR. “Kalau sidang istimewa dipercepat, makin kuat alasan Presiden untuk melaksanakan dekrit,” kata Chotibul sebelum rapat dengan Presiden Abdurrahman Wahid di DPP PKB, Jakarta, Sabtu (16/6) siang.

Menurut Chotibul, usualan lintas fraksi itu merupakan pelanggaran yang kesekian kalinya yang dilakukan DPR. Karena itu, hari ini Presiden Wahid bersama pengurus PKB mengadakan rapat untuk menaggapi usulan beberapa fraksi tersebut. Tampak di antara yang hadir adalah Ketua Umum PKB, Mathori Abdul Djalil; Sekjen PKB Muhaimin Iskandar; Ketua Fraksi PKB di MPR Yusuf Muhammad; Arifin Djunaidi, serta Chotibul Umam Wiranu sendiri.

Menurut Chortibul, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais merasa kecewa karena menginginkan jabatan Menteri Keuangan seharusnya diisi orang dari PAN. Di samping itu, menurut dia, teman-teman dari poros Islam sebenarnya tidak menginginkan Megawati Sukarnoputri menjadi presiden. “Jadi problem-problem relasi kekuasaaan saat ini yang jadi persoalan,” ujarnya.

Chotibul jua mengaku mendapat informasi bahwa isu kenaikkan BBM akan digunakan sebagai senjata politik. “Sudah banyak data, akan ada banyak gerakan kerusuhan di banyak kota yang dilakukan oleh neo-Orde Baru,” ujarnya yakin. Kenaikkan BBM, kata dia, akan dijadikan kubu Kaukus Lintas Fraksi sebagai argumen. Karena itu, Gus Dur menginginkan kompromi politik. “Itu kan penawaran, tetapi sebagai konsekwensi kompromi yang konstitusional, itu harus dilakukan di SI,” kata dia.

Kemarin, lima fraksi DPR mengusulkan kepada BP-MPR agar mempercepat seidang istimewa. Kaukus Lintas Fraksi ini beranggapan bahwa presiden telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap haluan negara. Di samping itu, Presiden Wahid juga dinilai tidak mampu mengatasi keterpurukan ekonomi. (Anggoro Gunawan)

http://www.tempo.co.id/harian/fokus/65/2,1,1,id.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: