“Pertanggungjawaban Gus Dur Diterima Jika Divoting Terbuka”


“Pertanggungjawaban Gus Dur Diterima Jika Divoting Terbuka”
25-6-2001 / 21:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menegaskan bahwa bila 700 anggota MPR meminta voting terbuka atas pidato pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid pada sidang istimewa MPR mendatang, dipastikan akan bermuara pada diterimanya pidato itu. Ini disampaikan Amien Rais pada pelantikan 26 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Bandung di gedung olah raga (GOR) Saparua Bandung, Sabtu (23/6).

Namun, menurut Amien, bila Presiden Wahid menantang terus, dipastikan SI MPR bakal menolak pidato pertanggungjawabannya. Menurut dia, persiapan SI MPR sudah hampir selesai, tapi ia tidak menjelaskan secara detail persiapan teknis seperti apa yang sudah dituntaskan. “Lebih detail silakan wartawan tanya kepada BP MPR,” pintanya.

Mekanisme voting terbuka itu dapat dilakukan, kata Amien, sesuai dengan tatib MPR. “Kalau menyangkut kebijakan, voting harus dilakukan secara terbuka. Sedangkan kalau menyangkut orang, voting dilakukan secara tertutup. Nah, pertanggungjawaban Gus Dur itu menyangkut kebijakan. Jadi harus dilakukan secara terbuka,” ujarnya.

Hingga detik ini, Amien tetap yakin bahwa dirinya masih konsisten atas rencana SI MPR tetap digelar pada 1 Agustus. Hal itu sekaligus mengklarifikasi atas desakan dari banyak pihak yang meminta agar SI digelar lebih cepat.

Sementara itu, ketika Amien meninggalkan GOR Saparua dan dilanjutkan ke sebuah seminar di Hotel Panghegar. Ketika seminar usai dan Amien hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba di luar halaman hotel ia sudah diadang puluhan massa yang memprotes kehadiran dirinya di Bandung.

Sekitar 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bandung (FMB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Panghegar di Jalan Merdeka Bandung sekitar pukul 14.25 WIB.

Sambil meneriakkan yel-yel mereka menuntut agar kekonyolan elite politik yang membodohi rakyat dihentikan. Dalam aksinya mereka memasang poster yang isinya meminta kepada elite politik untuk menghentikan pertengkaran politik. Bunyi poster- poster itu antara lain: “Cabut Dwi Fungsi ABRI”, “Elite Politik Jangan Bohongi Rakyat”, dan “Elite Politik Harus Tahu Diri”.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi insiden kecil antara Satgas “Simpatik” PAN dan para pengunjuk rasa yang ingin membubarkan aksi massa itu. Namun insiden itu tidak sampai pada insiden fisik. Saat aksi tersebut, Amien berhasil meninggalkan hotel dengan Jeep Mercy Hitam untuk menghadiri sebuah acara PAN di Bandung. Puluhan aparat keamanan tampak bersiaga di sekitar hotel itu. (Upiek S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: