“Perlu Undang Undang Percepatan Pemilu”


“Perlu Undang Undang Percepatan Pemilu”
25-6-2001 / 21:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ancaman Presiden Abdurrahman Wahid menghadapi kemungkinan penggusuran dirinya dalam sidang istimewa MPR dengan cara percepatan pemilu dinilai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dr Imam Prasojo, tidak mungkin dilaksanakan. Alasannya, hingga saat ini DPR masih menggodok tiga Rancangan Undang Undang tentang pemilu. Untuk itu, pemerintah seharusnya mengundangkan terlebih dahulu mengenai RUU tentang waktu pelaksanaan pemilu yang normal dan abnormal sebelum melontarkan pernyataan percepatan pemilu.

”Bagaimana mungkin mengadakan percepatan pemilu, sementara kini belum ada dasar hukum mengenai hal itu. Secara legalitas, percepatan pemilu harus melalui suatu sidang MPR,” kata Imam melalui telepon di Jakarta, Sabtu sore (23/6). Dia mengatakan hal ini untuk mengomentari pernyataan Presiden Wahid di Koran Tempo edisi Sabtu (23/6) bahwa satu alternatif menghadapi ‘serangan’ DPR yaitu dengan percepatan pemilu.

Dia pesimis, pihaknya (KPU) dapat menjalankan tugas untuk memfasilitasi percepatan pemilu. Mengadakan percepatan pemilu bukanlah pekerjaan yang mudah untuk situasi sekarang. Sementara itu, MPR belum menyelesaikan tugas mengamandemen UUD 45 dan membahas RUU Pemilu. ”Secara teknis, tidaklah gampang melakukan percepatan pemilu. Baik, apakah itu untuk memilih langsung presiden dan wakil presiden yang baru, atau untuk memilih anggota MPR/DPR yang baru,” jelas Sosiolog UI ini.

Menurut dia, dekrit presiden bukan merupakan landasan hukum untuk melakukan percepatan pemilu. Karena KPU menganggap perlu berbagai perangkat hukum dalam bekerja. Apalagi, kata dia, masih banyak kritikan untuk memperbaharui sistem Pemilu 1999. ”Kami belum tahu: apakah sistem pemilu mendatang menggunakan sistem distrik atau proporsional. Sistem jaringan KPU tingkat provinsi saja belum terbentuk,” kata dia.

Pihaknya sangat mengharapkan pemilu yang akan datang lebih memprioritaskan substansi dibandingkan kepentingan jangka pendek berupa perebutan kekuasaan. (Jhonny Sitorus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: