Datuk Sintai Jambi


Sejarah Makam Keramat Datuk Sintai di Seberang Kota Jambi

Di Kelurahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, terdapat sebuah Makam Keramat Datuk Sintai. Datuk Sintai ini

dipercaya sebagai pembawa agama Islam pertama di Jambi 400 tahun lalu. Seperti apa?

Hampir semua warga Seberang yang saya temui di Seberang, kemarin (20/7), mengaku kenal dengan Datuk Sintai. Dia dipercaya sebagai pembawa agama Islam pertama di Jambi 400 tahun lalu. Namun tak banyak orang yang mengetahui sejarah hidup Datuk Sintai tersebut.

saya pun mencoba menelusuri sejarah Datuk Sintai yang dikebumikan di Kelurahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, Seberang Kota Jambi.

Atas saran dari beberapa warga Seberang, sampailah saya pada A Hamid Fauzi. Datuk yang berusia 70-an tahun ini dikenal mengetahui banyak tentang sejarah di Seberang.

Saat dikunjungi di kediamannya, di RT 04, Kelurahan Mudung Laut, Datuk Hamid sedang bersantai di terasnya. Seperti rumah di Seberang pada umumnya, rumah ketua LKMD ini juga berbentuk rumah panggung.

“Sintai itu berasal dari bahasa Cina dan memang dari Cina lah Datuk Sintai berasal,” kata Datuk Hamid membuka pembicaraan.

Tidak banyak informasi yang didapat dari Datuk Hamid. Dia hanya mengatakan, dulu Datuk Sintai adalah pejuang Islam di Jambi dari Cina. Makanya, daerah Olak Kemang sampai Arab Melayu juga dikenal sebagi Kampung Pecinan Jambi.

Diceritakannya, salah satu anak Datuk Sintai itu menikah dengan Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah, yang kini keramat di Tambak.

“Datuk cuma tahu pastinya sebatas itu, sejarah lainnya datuk tidak tahu pasti. Karena berbeda-beda. Mungkin jika ada orang yang lebih tua dari datuk ada yang tahu. Yang pasti ada salah satu keturunan Sayid Husin, yakni Sahid Sehan di Tanjung Pinang yang merupakan keturunan ke-9 Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah. Coba temui dia siapa tahu dapat informasi tentang datuk Sintai,” saran Datuk Hamid.

Tak jauh dari rumah Datuk Hamid, saya menemui Hadi (67) dan Somad (67). Datuk Somad adalah salah satu keturunan Datuk Sintai. “Tapi dari istri. Kami generasi ke delapan,” katanya.

Dari Datuk Somad, diketahui bahwa anak Datuk Sintai berjumlah 12 orang yang salah satunya memang menikah dengan Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah.

Ditanya, kenapa saat ini orang-orang lebih mengenal Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah sebagai penyebar agama Islam di Jambi? Dijelaskan Datuk Somad, itu dikarenakan Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah memang seorang ahli ilmu agama yang berasal dari arab dan tujuan utamanya memang menyebarkan agama islam. Berbeda dengan Datuk Sintai. “Dia juga mensyiarkan agama Islam, tetapi masih dalam skala kecil. Berbeda dengan Sayid Husin yang lebih ahli, karena berasal dari Arab,” ujarnya.

Tak banyak memang informasi yang didapat mengenai sejarah Datuk Sintai, namun Datuk Somad tetap menemani saya ke Makam Keramat Datuk Sintai, yang masih berada di Kelurahan Mudung Laut.

Makam tersebut dalam keadaan bersih dengan nisan berwarna biru muda. Ukuran makam tersebut sekitar 1.5 x 3 meter. Dikatakan Datuk Somad, sebenarnya nisan tersebut dari Kayu bulian yang sangat besar, tapi sudah dipugar. Dari batu nisan itu diketahui bahwa pemugaran dilakukan pada 5 Desember 2001 yang dilakukan oleh S Hasan Bin Syeh, R Sumadi, Arifin Marzuki, R Sudaryono Sultan Raja Emas dan Datuk Tanpa Namo.

Dari beberapa makam lain yang mengelilingi Makam Keramat Datuk Sintai, tak ada makam istrinya. “Ini makam keturunannya. Tapi kalau makam istrinya tidak ada di sini. Mungkin di Tambak, tempat makam Sayid Husin. Tidak ada yang tahu pasti,” ujarnya.

Datuk Somad hanya mengatakan bahwa daerah Makam Keramat Datuk Sintai itu, zaman dulu adalah daerah rumah tinggal Datuk Sintai. Beberapa meter dari makam itu, terdapat sebuah kolam tanpa air yang dipercaya sebagai tempat pemandian Datuk Sintai. “Di daerah makam inilah banyak tertanam harta Datuk Sintai. Dia tidak mau mewariskan anak-anaknya harta, jadi hartanya banyak dikubur,” ungkap Datuk Somad.

http://blog.beswandjarum.com/ridaefriani/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: