Sakit Parah, Hidup di Emperan Terminal, Mati pun Keleleran

Potret Orang Miskin di Kota Malang

Sekeras apapun hidup ini, harus diperjuangkan. Seperti yang dilakukan Eni Setiowati (43). Dia rela bekerja keras demi suaminya yang sudah sakit-sakitan. Adalah Rianto (62) warga asal Wadanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, yang sudah cukup lama sakit, dan tidak bisa mendapat layanan kesehatan yang layak. Hingga nafasnya terlepas, Jumat (16/5) sekitar pukul 12.30. Dia ditemukan tewas di emperan toko pemberangkatan mikrolet di kawasan Terminal Arjosari, Kota Malang….

f1-tewas-22

Eni menangis di atas jenazah Rianto (gie)

Dia pertama kali ditemukan oleh Eni Setiowati (43) istri sirinya, sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke warga sekitar hingga dilaporkan ke Polsekta Blimbing dan diteruskan ke Polres Malang Kota. Jenazah Rianto sendiri sempat dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk mendapat visum dokter.

Menirut keterangan Eni, bahwa Rianto sebelumnya bekerja sebagai sopir angkot. “Saya nikah siri sejak 2 tahun lalu. Suami saya ini, kerja sebagai sopir angkot. Namun sejak 2 bulan lalu, dia kena katarak dan sudah tak bisa bekerja lagi,” ujar Eni.

Oleh karena itu, Eni kemudian bekerja untuk mencari nafkah dengan cara mencari rosokan. “Sudah tak kuat bayar kos. Kita tidurnya di emperan-emperan Terminal Arjosari. Suami saya sakit katarak dan sesak nafas,” ujar Eni.

Jumat pagi, Rianto masih terlihat baik-baik saja. “Tadi pagi baik-baik saja. Kita makan berdua. Suami saya juga sudah minum Napasin. Tadi sebelum Jumat, saya pergi untuk menjual rosokan. Uang itu rencananya akan saya kumpulkan untuk bayar kos dan berobat katarak suami saya,” ujar Eni.

Sekitar pukul 13.00, saat Eni kembali ke Terminal Arjosari, dia sudah menjumpai suaminya tak bernyawa.

“Suami saya kondisinya duduk. Sudah tak bernyawa. Saya kemudian berteriak minta tolong ke warga. Sekarang saya sudah gak ada siapa-siapa lagi. Saya ingin dikubur sama suami saya saja,” ujar Eni sambil menangis di kamar mayat RSSA Malang.

Agus Dhemit, koordinator TRC Kota Malang, mengatakan bahwa Rianto ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

“Tadi dia membawa SIM yang masih aktif. Identitasnya bisa lihat dari SIM tersebut. Kabarnya petugas kepolisian sudah ke Wadanpuro untuk menghubungi keluarga korban,” ujar Agus Demit. (gie)

http://www.memoarema.com/sakit-parah-hidup-di-emperan-terminal-mati-pun-keleleran/39598.html

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: