Benahi Jakarta, Cawagub DKI Usung Pluralisme Gus Dur

Benahi Jakarta, Cawagub DKI Usung Pluralisme Gus Dur

Reporter : Yusuf Wibisono

v

Jombang (beritajatim.com) – Maraknya aksi kekerasan antar kelompok yang melanda ibukota, menuai reaksi dari Nono Sampono, salah kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta. Cawagub yang diusung Partai Golkar dan PPP ini akan mengusung semangat pluralisme Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur untuk membenahi permasalahan di ibukota tersebut.

“Saya sangat mengagumi almarhum Gus Dur. Semangat pluralisme beliau sangat cocok untuk mengatasi permasalahan di Indonesia, termasuk Jakarta,” kata Nono usai melakukan tabur bunga di makam Gus Dur bersama pengasuh Ponpes Tebu Ireng, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, Rabu (9/5/2012).

Nono mengungkapkan, keberagaman di DKI Jakarta membutuhkan resep kerukunan. Nah, selama ini tokoh yang sangat konsisten dengan keberagaman dan kerukunan adalah almarhum Gus Dur. Dengan adanya resep kerukunan itu, maka kelompok-kelompok yang selama ini termarginalkan bisa lebih diperhatikan.

Nah, hal itulah yang akan digunakan oleh Nono untuk mengatasi keberagaman di Jakarta. “Pemikiran Gus Dur sangat dibutuhkan untuk Indonesia, bahkan dunia. Yakni membangun kerukunan untuk mengatasi keberagaman atau yang biasa disebut pluralisme,” tambahnya.

Nono juga mengakui bahwa Gus Dur adalah ulama dan tokoh besar yang pernah dimiliki bangsa ini. Pemikiran dan gerakannya tentang kebangsaan sungguh luar biasa, dan membuat dunia mengaguminya. Hubungan antara Nono dan Gus Dur sendiri cukup dekat. Maklum saja, ketika Gus Dur menjadi presiden RI, Nono menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Solah mengatakan bahwa kunjungan Nono dalam rangka silaturahmi. “Pak Nono silaturahmi ke Tebuireng. Karena mau mencalonkan menjadi Cawagub DKI Jakarta,” kata adik kandung Gus Dur ini. [suf/kun]

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: