Mendiknas: Perlu Pendidikan Karakter untuk Tangkal Radikalisme

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh mengatakan, guna meredam radikalisme yang terjadi di kalangan pelajar, maka seluruh pihak yang terkait diimbau untuk lebih gencar mengedepankan pendidikan karakter kepada para siswa. Menurut Nuh, untuk mencegah segala tindakan radikalisme adalah dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan rasa empati terhadap sesama kepada para siswa sehingga tidak ada lagi pemikiran untuk melakukan tindakan radikal.

“Coba kita lihat yang melakukan pengeboman kemarin itu kapan terakhir sekolah? Maka dari itu, kita harus melihat bahwa implikasi pendidikan itu sangat panjang,” kata Nuh, Senin (26/9/2011) sore, di Jakarta.

Nuh menjelaskan, dalam pendidikan karakter ada tiga hal utama yang harus ditanamkan, yaitu kesadaran sebagai makhluk Yang Maha Kuasa, kelimuan dan kecintaan, serta kebanggaan terhadap tanah air.

“Urusan empat pilar kebangsaan itu masuk ke dalam rasa kecintaan dan kebanggan terhadap tanah air,” lanjut Nuh.

Terkait dengan banyaknya gejala radikalisme yang lahir dan tumbuh di lingkungan sekolah, Nuh mengatakan, hal itu disebabkan oleh tingginya jumlah pelajar di Indonesia. Maka dari itu, dirinya mengaku tidak heran jika gerakan radikalisme banyak beredar di sekolah.

“Bukan hanya di sekolah saja, tempat lain juga banyak. Namun, justru di sini peran Kemdiknas dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain bekerjasama dengan Kemenag, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kempolhukam) yang mendukung deradikalisasi ditanamkan sejak di bangku sekolah. Menkopolhukam ujarnya, juga telah memberikan atensi khusus untuk menciptakan kehidupan yang lebih toleran sejak usia sekolah.

Kemdiknas sendiri telah menangani permasalahan ini secara khusus melalui beragam cara. Salah satunya adalah dengan memberikan ruang khusus tentang pendidikan karakter dalam setiap pelatihan yang melibatkan kepala sekolah di seluruh Indonesia.

“Yang paling efektif menekan pertumbuhan radikalisme di sekolah adalah melalui kepala sekolah untuk kemudian mengawasi lingkungan sekolahnya secara langsung,” ujarnya.

sumber :

http://nasional.kompas.com/read/2011/09/26/1758337/Mendiknas.Perlu.Pendidikan.Karakter.untuk.Tangkal.Radikalisme

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: