Kelaparan Mengancam Ribuan Orang di NTT

KUPANG, RIMANEWS – Sedikitnya 30.620 keluarga atau 91.306 jiwa yang tersebar di 199 desa di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam kelaparan. Inilah korban kebijakan neoliberalisme rezim sekarang.

Tujuh kabupaten itu ialah Sumba Timur, Timor Tengah Utara, Belu, Flores Timur, Lembata, Kupang, dan Nagekeo.

Daerah yang warganya paling banyak menderita gagal panen ialah Sumba Timur sebanyak 46.309 orang, Timor Tengah Utara 19.605 orang, Belu 12.932 orang, dan Flores Timur 5.582 orang.

Ancaman kelaparan dipicu gagal panen karena kekeringan dan bencana alam yang
melanda daerah-daerah tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT Nico Bala Nuhan mengatakan itu
kepada wartawan di Kupang, Jumat (19/8).

Nico mengatakan persediaan bahan makanan di keluarga tersebut hanya mampu bertahan maksimal tiga sampai enam bulan. Warga tidak memiliki pendapatan tambahan selain dari ladang dan sawah yang mengalami gagal penen tersebut.

“Warga bukan sedang mengalami kelaparan tetapi terancam kelaparan jika tidak dilakukan intervensi,” katanya kepada wartawan.

Laporan ancaman kelaparan itu menurutnya, diperoleh dari hasil analisa sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) yang dilakukan secara rutin oleh
dinas ketahanan pangan dan penyuluhan di seluruh kabupaten dan kota.

Selain itu, analisa SKPG juga menyebutkan sebanyak 113 ribu orang yang tersebar di 366 desa juga terancam rawan pangan. Sedangkan warga yang terancam risiko rawan pangan ringan sebanyak 138 ribu orang berasal dari 297 desa.

“Kita segera melakukan intervensi agar risiko rawan pangan ringan dan sedang agar tidak sampai berkembang menjadi risiko
tinggi,” katanya.(in/mi)

http://rimanews.com/read/20110819/38603/kelaparan-mengancam-ribuan-orang-di-ntt

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: