Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah Jambi


Petugas Pembersih Makam di Pemakaman Arab Melayu

Tak Digaji, Terkadang Tidur di Makam

Misran (65), petugas pembersih makam-makam di Pemakamam Arab Melayu itu sudah empat tahun bekerja di sana. Selama itu pula ia tak digaji. Ia mengaku ikhlas, karena membersihkan makam-makam tersebutlah yang bisa ia lakukan di hari tuanya. Seperti apa?

Makam Arab Melayu yang berada di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Seberang Kota Jambi, memang cukup berbeda dari pemakaman umum lainnya. Pemakaman ini telah menjadi salah satu cagar budaya yang telah dilindungi pemerintah.

Hal itu terkait dengan keberadaan makam Keramat Sayid Husin Bin Ahmad Baragbah, penyebar agama Islam di Jambi di Pemakaman Arab Melayu. Selain itu, desain pemakaman pun berbeda dari pemakaman umum lainnya.

Pemandangan di makam tersebut, jauh dari kata menakutkan, karena pekuburan ditata seperti sebuah taman. Ada jalan setapak yang menghubungkan ke makam keramat Sayid Syeh. Bahkan saat malam pun, pekuburan ini dalam keadaan terang, karena diberi pencahayaan lampu.

Makam-makam di sana disusun berdasarkan suku, seperti Suku Albaragbah, Suku Aljufri dan lain-lain. Itu adalah suku dalam keturunan Arab. Selain keturunan Arab, tidak boleh dimakamkan di sana.

Saat saya berkunjung ke lokasi, suasana cukup lengang. Hanya ada tiga orang petugas kebersihan tampak bertugas. Satu orang terlihat sedang memotong rumput dengan mesin, satu orang lainnya tampak sedang mencabut rumput di salah satu makam dan satu orang lagi sedang beristirahat.

Misran (65), pria yang telah dari pukul 08.00 membersihkan makam-makam di pemakamam Arab Melayu itu mengaku sudah empat tahun bekerja di sana. Katanya ia pulang pada sore hari, sekira pukul 15.00.

“Yang memotong rumput itu bisu, namanya Napiek. Dia juga sudah lama kerja di sini. Kalo yang mencabut rumput itu Samsu. Dia belum sebulan kerja di sini,” kata Misran memperkenalkan teman-temannya.

Dikatakannya, tidak banyak orang yang mau bekerja sebagai petugas pembersih makam. Hal itu dikarenakan petugas pembersih kuburan tidak digaji seperti petugas kebersihan pada umumnya. Mereka hanya diberi makan atau rokok saja. Namun terkadang, jika ada rejeki, mereka juga mendapatkan uang.

“Kalau ada rejeki kadang ada yang beri Rp 10 ribu – Rp 20 ribu. Kalau tidak ada, ya ikhlas saja. Lillahita’ala. Rumah kita kan bakal disini juga,” ujar lelaki yang hanya tinggal sendirian saja di rumahnya.

Bagi Misran, bekerja sebagai pembersih kuburan hanya untuk mengisi hari tuanya. Usianya yang tak lagi muda membuatnya tidak dapat bekerja yang lain. Namun, hidupnya yang sudah ditinggal istri harus tetap berlanjut, makanya dia mau saja bekerja di sana, walaupun cuma dapat makan dan rokok saja.

“Kalau anak, cuma satu. Tapi sudah berkeluarga. Jadi saya sendirian. Kalau pagi, sudah masak air, minum kopi, baru lah bekerja di sini sampe sore,” katanya.

Terkadang saat malam, Misran juga tidur di makam itu, tepatnya di makam Sayid Husin. Hal tersebut dilakukannya jika ada permintaan, misalnya untuk mengobati atau menolong orang.

Seperti pada hari ini (kemarin, red), Misran mengaku tidur di makam tersebut selama 13 kali Jumat, karena ada sebuah permintaan.

“Minggu depan baru enam Jumat. Masih tujuh Jumat lagi,” katanya.

Ditanyakan, apakah dia takut? Misran mengaku, tidak takut, karena dia selalu berzikir di makam tersebut. Bahkan salat pun dilakukannya di samping makam.

Memang diakuinya, jika magrib tiba terasa banyak gangguan. Tapi dia tidak merasa takut. Selain membersihkan makam Arab Melayu, terkadang Misran juga membersihkan makam Datuk Sintai yang letaknya di Kelurahan Mudung Laut. Datuk Sintai merupakan menantu Sayid Ahmad yang juga penyebar agama Islam.

Baginya, hanya membersihkan makam-makam tersebutlah yang bisa ia lakukan di hari tuanya. “Saya sudah tua, tidak bisa kerja yang lain. Ini saja sudah cukup yang penting ikhlas. Insya Allah ada hikmahnya,” pungkas Misran.(*)

http://blog.beswandjarum.com/ridaefriani/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: