Gus-Dur


“Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakkan demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni syuro.”

Selamat Beristirahat Gus, Semoga Sampeyan Tidak Melupakan Kami

Gus, sudah 53 hari sampeyan pulang, ke rumah Gusti yang Maha Sempurna,
Maha Hangat

Maha Murah Senyum

Maha Welas Asih

dan maha bijaksana…

Kami berharap Gus, semoga saja sampeyan kerasan,
damai

nyaman

tenteram

dan bisa beristirahat dengan tenang ….

Sesungguhnya Gusti Allah sangat sayang sama penjenengan Gus. Beliau memantau terus kerja dan karya-karya sampeyan yang tulus

ikhlas

lurus

total dan tak pernah mau istirahat…

Meski diberi sakit, sampeyan tetap nekat jalan-jalan,
menyapa kawan

menyambagi lawan

menjaga silaturrahmi

tanpa memandang pengkat dan golongan…

Meski diberi kegelapan pandangan,
sampeyan juga tak mau diam dan duduk manis
tak lelah berkeliling negeri

membela yang tertindas

menguatkan yang lemah

tanpa pandang warna, tak peduli bendera…

Meski sering ditinggal sendirian

sampeyan juga tak pernah gentar

kalau yakin diri sampeyan benar

tetap tegar berdiri sendiri di depan

tak undur meski hanya selangkah

dengan tabah dan penuh keyakinan…

Sampeyan juga tak peduli ditelikung lawan dan kawan, tak ambil pusing dan dengan enteng sampeyan malah maju terus dan pasang badan, sambil sesekali berkata, gitu aja kok repot!

Gus, kini penjenengan dipaksa pulang ke rumah Gusti,

beliau sangat sayang sama sampeyan

ingin sampeyan benar-benar istirahat melepaskan beban

sambil sesekali menemani Gusti minum kopi…

Selamat beristirahat Gus, temani Gusti yang Maha Bijak,

agar beliau senang, setidaknya masih ada orang Indonesia yang sebaik sampeyan…

Namun Gus, sesekali bujuk beliau agar mau menolong Indonesia, agar negara kita dapat maju dengan perkasa

elitnya sadar mana yang inti dan mana yang variasi

serius dan kompak bekerja demi negara
meninggalkan

remeh-temeh tiada guna
fokus pada solusi dan kerja nyata…

Gus, sembuhkan juga rabun hati yang menimpa sebagian anak bangsa, yang tak bisa membedakan mana milik pribadi
dan mana milik bersama, sehingga korupsi nanti tinggal cerita di buku-buku sejarah lama…

Oya Gus, kalau Gusti mulai bosan, mengkel dan marah melihat ulah para elit kita,
tolong sampeyan hibur dengan guyonan maha dahsyat
agar Gusti terpingkal-pingkal
luluh hati dan mau mengampuni dosa-dosa
kita…

Gus, Selamat beristirahat
kini saatnya sampeyan hidup sejahtera
di samping Gusti junjungan kita.

Inilah puisi untuk Gus Dur yang dibacakan pada puncak perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2561 di Jakarta Convention Center, yang dihadiri oleh Presiden SBY, Sabtu (20/2).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: